Lepas 3.000 Mahasiswa KKN Kolaboratif, Bupati Jember Ajak Generasi Muda Beri Solusi Konkret untuk Entaskan Kemiskinan

Lukman Hakim

July 19, 2026

3
Min Read

Pelitaonline.co, JEMBER – 19 Juli 2026.
Sebanyak 3.000 mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi di Kabupaten Jember resmi diterjunkan ke desa-desa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2026. Pelepasan akbar yang berlangsung meriah ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Dr.Muhammad Fawait,S.E.M.Sc di Alun-alun Jember pada Minggu (19/7).

Bupati melepas resmi mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) kolaboratif 2026, Minggu 19/07/2026

Program KKN Kolaboratif tahun ini mengusung tema besar “Desa Cinta” (Desa Pendataan Akurat, Kemiskinan Tuntas). Dalam orasi kebangsaannya di hadapan ribuan mahasiswa, Bupati Jember Gus Fawait yang merepresentasikan dirinya sebagai bagian dari generasi muda, mengajak para peserta untuk mengubah narasi kritisisme menjadi aksi nyata yang berdampak.

​”Kita jangan cuma pintar mengkritik atau bahkan mencaci maki, tapi kita harus memberikan masukan-masukan konkret,” tegas Gus Fawait

Baca Juga :  Siswa SMPN 1 Arjasa Awali Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) dengan Istighosah Khidmat
Bupati Jember Gus Fawait bersama Ning Ghyta saat melepas mahasiswa KKN Kolaboratif 2026, Minggu 19/07/2026

Menurut Gus Fawait, energi besar yang dimiliki oleh mahasiswa harus disalurkan menjadi solusi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di akar rumput.
​Misi utama dari program KKN Kolaboratif “Desa Cinta” ini adalah melakukan reformasi dan validasi data kemiskinan di tingkat desa. Mahasiswa akan turun langsung door-to-door ke rumah warga untuk memastikan masyarakat yang masuk dalam kategori desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah) benar-benar tervalidasi dengan akurat.

Bupati Fawait menjelaskan bahwa akurasi data adalah kunci utama efektivitas kebijakan pemerintah. Kehadiran mahasiswa melalui KKN ini diharapkan mampu meminimalisir adanya bantuan sosial yang salah sasaran akibat data yang usang.

​”Ketika pemerintah ingin mengentaskan kemiskinan, pemerintah bisa tepat memberikan kepada orang yang tepat, memberikan kepada orang yang berhak,” ujarnya.

Baca Juga :  Gus Fawait Sebut 5 Perda Baru Jadi Pijakan Akselerasi Kesejahteraan Warga Jember

Mengurai Paradoks Kemiskinan di Lumbung Pendidikan
​Kabupaten Jember saat ini menghadapi tantangan yang cukup unik. Di satu sisi, Jember dikenal sebagai lumbung pendidikan di Jawa Timur dengan memiliki sekitar 31 perguruan tinggi. Namun di sisi lain, Jember masih menduduki peringkat kedua dengan angka kemiskinan absolut terbanyak di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang.

Gus Fawait menyebut kondisi ini sebagai sebuah paradoks yang harus segera diselesaikan. Melalui gerakan kolaborasi 3.000 mahasiswa ini, pemerintah daerah ingin membuktikan bahwa keberadaan kampus-kampus besar di Jember mampu menjadi motor penggerak utama dalam penurunan angka kemiskinan.

Gus Fawait juga mengingatkan agar para mahasiswa selalu menjaga etika dan nama baik lembaga selama berinteraksi dengan warga. “Nama almamater ada di pundak adik-adik semuanya,” tambahnya.

Baca Juga :  Musdes Sosialisasi dan Pembentukan Panitia Pengisian Anggota BPD Desa Sukorambi Periode 2026-2034

Siapkan Beasiswa untuk 4.200 Anak Jember
​Tidak hanya mengandalkan program KKN di lapangan, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui jalur pendidikan.

Dalam acara tersebut, Bupati Jember Gus Fawait mengumumkan bahwa Pemkab Jember akan kembali membuka pendaftaran beasiswa kuliah yang ditargetkan untuk kurang lebih 4.200 anak asli Jember. Beasiswa ini berlaku bagi mereka yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik yang berada di dalam wilayah Jember maupun di seluruh Indonesia.

​”Ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk mengurai kemiskinan lewat jalur pendidikan,” pungkas Gus Fawait.

Jurnalis : Lukman Hakim

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×