Pelitaonline.co, JEMBER – 08 Agustus 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat implementasi Program Homecare melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha pada Jumat (7/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan krusialnya penyamaan persepsi di antara seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan kesehatan berbasis kunjungan tersebut berjalan optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, direktur BUMD, hingga Tim Penggerak PKK tingkat Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Jember. Forum strategis ini dirancang untuk memastikan pelaksanaan Homecare berjalan secara presisi, terutama dalam menjangkau warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan langsung di kediamannya.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa Program Homecare merupakan bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah warga. Program ini tidak sekadar menyediakan layanan medis, tetapi juga dirancang untuk membangun sistem pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.
”Homecare ini bukan sekadar program pelayanan kesehatan. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dan saya berharap menjadi legacy kita bersama untuk Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.
Gus Fawait memaparkan terdapat enam kelompok prioritas yang menjadi sasaran utama penerima manfaat Program Homecare melalui mekanisme kunjungan berkala secara aktif, antara lain: Lansia tunggal, Ibu hamil berisiko tinggi (risti), anak terindikasi stunting,penyandang disabilitas dengan penyakit penyerta, warga kurang mampu dengan penyakit berkepanjangan, tokoh agama.
Bagi masyarakat di luar enam kriteria prioritas tersebut, akses terhadap layanan Homecare tetap dibuka melalui layanan hotline “Wadul Gus’e” yang akan diproses melalui tahap verifikasi kebutuhan layanan terlebih dahulu.
Gus Fawait menekankan bahwa keseragaman pemahaman mengenai target sasaran, mekanisme kerja, serta tujuan program di antara tenaga kesehatan, jajaran kecamatan, dan Tim Penggerak PKK merupakan kunci efektivitas Homecare di lapangan.
”Yang paling penting adalah kita memiliki pemahaman yang sama mengenai siapa sasaran Homecare dan bagaimana pelayanan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret pasca-evaluasi, Bupati meminta seluruh camat, kepala puskesmas, serta pengurus PKK di tingkat kecamatan untuk segera memperkuat sosialisasi kepada para petugas pelaksana di wilayah masing-masing. Langkah sinergis ini diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang makin dekat, cepat, tepat sasaran, dan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Jember. (Lhk)








