JEMBER – Sebanyak 350 peserta Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 diberangkatkan dari Stasiun Jember menuju Stasiun Tanggul menggunakan Kereta Api Luar Biasa (KLB).
Jumlah peserta yang menggunakan KLB meningkat dibandingkan pelaksanaan 2025 yang berada di kisaran 250 orang. Tahun ini, peserta diangkut menggunakan rangkaian kereta kelas eksekutif stainless steel dengan kapasitas lebih besar.
KLB Tajemtra berangkat dari Stasiun Jember pukul 10.15 WIB. Pelepasan peserta diikuti Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Jember dan manajemen KAI Daop 9 Jember.
Bupati Fawait memberikan semboyan 40 sebagai tanda perintah keberangkatan kereta sesuai prosedur operasional. Rangkaian kemudian melaju menuju Stasiun Tanggul dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 10.45 WIB.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, KLB Tajemtra 2026 terdiri atas delapan kereta kelas eksekutif stainless steel dengan total kapasitas 400 tempat duduk.
“Jadi sebenarnya kapasitas delapan kereta eksekutif ini totalnya 400. Untuk peserta Tajemtra itu 350, kemudian 50 untuk jajaran Pemkab. Jadi totalnya 400,” ujar Cahyo saat dikonfirmasi di Stasiun Jember, Sabtu (5/9/2026).
Cahyo menegaskan, kenaikan jumlah peserta penumpang KLB bukan karena penambahan kuota khusus, melainkan karena penggunaan sarana kereta dengan kapasitas lebih besar.
“Kalau tahun lalu itu sekitar 250. Tahun ini ada pertumbuhan karena kereta yang kita pakai sarana kelas eksekutif yang baru. Kalau yang tahun lalu eksekutif yang sebelumnya, kalau yang sekarang stainless steel. Jadi memang kapasitasnya lebih banyak daripada tahun sebelumnya,” katanya.
Pengoperasian KLB menjadi bagian dari dukungan KAI Daop 9 Jember terhadap pelaksanaan Tajemtra. Kereta api digunakan untuk mengangkut peserta secara bersama-sama menuju titik awal gerak jalan di Tanggul.
Deputy KAI Daop 9 Jember Dwi Sulistiyono mengatakan, keselamatan dan pelayanan menjadi perhatian utama dalam perjalanan khusus tersebut.
“KAI Daop 9 Jember menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan Tajemtra. Melalui pengoperasian KLB ini, kami ingin memberikan dukungan terhadap kelancaran mobilitas peserta dengan menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, tertib, dan sesuai dengan standar operasional kereta api,” ujar Dwi.
Menurutnya, penggunaan kereta api dalam kegiatan dengan jumlah peserta besar juga menunjukkan peran transportasi publik dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Kami melihat penggunaan kereta api untuk kegiatan seperti Tajemtra sebagai langkah positif dalam membangun kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi publik. Selain mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara lebih teratur, transportasi publik juga menjadi pilihan mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan,” lanjutnya.
KAI Daop 9 Jember menyiapkan sarana kereta, pelayanan stasiun, pengaturan keberangkatan hingga pengamanan perjalanan. Sementara pendaftaran peserta dan penyerahan tiket dikelola Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Komunikasi dan Informatika.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi dukungan KAI terhadap Tajemtra. Ia berharap kerja sama antara Pemkab Jember dan KAI yang telah berlangsung puluhan tahun dapat terus berkembang.
“Sekali lagi, atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk jajaran Forkopimda dan keluarga besar KAI. Mudah-mudahan kerja sama yang sudah puluhan tahun terjalin dengan baik ini bisa terus berjalan,” kata Fawait.
Tajemtra 2026 diikuti 25.613 peserta berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Jember. Peserta berasal dari ASN, non-ASN, pegawai lembaga vertikal, BUMN, BUMD, masyarakat umum, TNI dan Polri.
“Insyaallah pesertanya menjadi peserta terbanyak sepanjang sejarah diadakannya Gerak Jalan Tajemtra,” pungkas Fawait.
Setelah tiba di Tanggul, peserta memulai gerak jalan dari Alun-Alun Tanggul dan menempuh jarak sekitar 29,4 kilometer hingga finish di Alun-Alun Jember.








