Pelitaonline.co, JEMBER – 1 Sept 2026.
Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajaran pimpinan cabang tingkat kecamatan di Ruang Lobi Kantor Sekretariat PGRI, Jalan Semangka Nomor 7, Baratan, Kecamatan Patrang, Senin (31/8/2026). Pertemuan ini diselenggarakan guna membahas agenda persiapan Konferensi Kerja Kabupaten (Kongkerkab) sekaligus merespons berbagai isu krusial di dunia pendidikan.

Ketua PGRI Kabupaten Jember, Husnul Yaqin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi aspirasi utama para pendidik di wilayah Jember diantaranya PGRI Jember menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI, khususnya Sufmi Dasco Ahmad. Langkah dan terobosan kebijakan pro-rakyat dari pemerintah pusat tersebut dinilai memberi angin segar dengan membuka peluang perubahan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan P3K Paruh Waktu (PW) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Husnul Yaqin mengapresiasi respons positif Bupati Jember Gus Fawait yang menyambut baik serta mendukung penuh kebijakan pusat terkait penguatan status ketenagakerjaan para guru P3K dan P3K PW di daerah.
PGRI Jember mendorong Pemkab Jember agar proses alih status ini berjalan linear dengan kualifikasi jabatan. Secara khusus, PGRI Jember berharap kepada Bupati Jember untuk dapat segera mengalihkan status guru P3K PW yang saat ini masih terdata sebagai Tenaga Teknis agar disesuaikan menjadi Jabatan Guru, terang Husnul Yaqin.
Husnul Yaqin meminta adanya kejelasan peta jabatan Guru PNS yaitu meminta perhatian serius Pemkab Jember terkait kendala kenaikan pangkat dan permohonan Jabatan Fungsional bagi para Guru PNS. Keberadaan Peta Jabatan yang belum jelas saat ini dinilai menyulitkan pengurusan administrasi, sehingga nasib pengembangan karier sejumlah PNS terkatung-katung, pungkas Husnul Yaqin.
Sekretaris PGRI Kabupaten Jember, Ahmad Jali, S.Pd., M.Pd., turut memberikan perhatian mendalam terkait dinamika pemenuhan tenaga pendidik di Kabupaten Jember. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah satuan pendidikan saat ini tengah menghadapi tantangan cukup besar akibat berkurangnya jumlah guru pegawai negeri sipil (PNS) yang memasuki masa purna tugas. Di sisi lain, regulasi yang berlaku dari pemerintah pusat memberikan arahan yang sangat ketat mengenai efisiensi dan penataan tenaga honorer.
Menanggapi situasi di lapangan yang membutuhkan penanganan arsitektural dan solutif, Ahmad Jali menaruh harapan besar kepada Bupati Jember, Gus Fawait. Pihaknya berharap Pemkab Jember agar dapat menjembatani aspirasi ini ke tingkat pusat, guna merumuskan formulasi kebijakan yang adaptif. Harapannya, ada diskresi atau ruang jangkau khusus yang memungkinkan sekolah tetap dapat mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar, demi menjaga keberlanjutan proses belajar-mengajar bagi peserta didik di Jember, harap Ahmad Jali.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan kuat bagi PGRI Jember dalam menyusun program kerja pada Kongkerkab mendatang, sekaligus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan dan kepastian karier para pendidik di Kabupaten Jember.
Jurnalis : Lukman Hakim








