BERITA TERKINI – JAKARTA, 9 Agustus 2025. Kenaikan PBB 250 persen batal! Kabar ini pasti bikin warga Pati, Jawa Tengah, bernapas lega. Setelah heboh protes dan demo besar-besaran, Bupati Pati, Sudewo, akhirnya membatalkan kebijakan kontroversial yang bikin rakyat geleng-geleng kepala.
Artikel ini bakal mengupas tuntas drama kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sempat bikin gaduh, plus apa artinya buat masyarakat. Yuk, simak ceritanya!
Latar Belakang Kenaikan PBB 250 Persen Batal
Awalnya, Bupati Sudewo mengumumkan rencana kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen pada Mei 2025. Alasannya? PBB di Pati katanya nggak naik selama 14 tahun, jadi perlu “penyesuaian” untuk ngejar pendapatan daerah. Pemerintah Kabupaten Pati bilang, dana itu bakal dipakai buat benerin infrastruktur, rumah sakit, sampai program pertanian. Tapi, kenaikan PBB 250 persen batal setelah warga ramai-ramai menolak. Mereka anggap kenaikan ini kelewat drastis dan bikin susah rakyat kecil.
Menurut Sudewo, PBB Pati cuma menghasilkan Rp 29 miliar, jauh di bawah Jepara (Rp 75 miliar) atau Kudus dan Rembang (masing-masing Rp 50 miliar). Makanya, dia ngotot naikin pajak. Tapi, warga nggak terima. Mereka bilang, ekonomi lagi susah, kok pajak malah melonjak? Akhirnya, kenaikan PBB 250 persen batal jadi solusi setelah protes membesar.
Gelombang Protes Warga Pati
Warga Pati nggak tinggal diam. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu bikin posko donasi di Alun-Alun Pati sejak 1 Agustus 2025. Tujuannya? Galang dukungan buat demo akbar pada 13 Agustus 2025. Posko ini kebanjiran donasi air mineral, beras, sampai mi instan. Tapi, drama muncul saat Satpol PP menyita barang-barang donasi itu. Alasan pemkab? Posko dianggap ganggu ketertiban dan persiapan Hari Jadi Pati ke-702.
Ketegangan memuncak pada 5 Agustus 2025. Video viral di media sosial nunjukin warga berdebat sengit sama Plt Sekda Pati, Riyoso. Salah satu warga, pakai kaos bertuliskan “FREEDOM”, nantang pejabat itu dengan nada tegas: “Kamu dibayar rakyat, Pak!” Momen ini bikin warga makin bersemangat. Akhirnya, barang donasi dikembalikan setelah warga ngotot. Peristiwa ini jadi pemicu kenaikan PBB 250 persen batal.








