Nggak cuma itu, video warga berkaos “FREEDOM” yang nantang pejabat juga jadi simbol perlawanan. Banyak yang muji keberaniannya. Bahkan, ribuan santri dari Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi ikut dukung aksi ini. Keren, kan, gimana suara rakyat bisa bikin kenaikan PBB 250 persen batal?
Apa Selanjutnya untuk Pati?
Pembatalan ini bukan cuma soal pajak, tapi juga pelajaran buat pemerintah daerah. Komunikasi sama rakyat harus lebih oke. Kalau dari awal ada sosialisasi yang jelas, mungkin nggak bakal seheboh ini. Sekarang, pemkab Pati bilang bakal bikin tim khusus buat ngitung ulang tarif PBB supaya adil. Mereka juga janji libatkan warga dalam diskusi.
Buat warga, kenaikan PBB 250 persen batal jadi kemenangan besar. Tapi, mereka tetep waspada. Koordinator aksi, Ahmad Husein, bilang, “Kami dukung pembangunan, tapi jangan sampe nyakitin rakyat kecil.” Dia juga minta pemkab fokus ke lapangan kerja, bukan cuma infrastruktur.
Refleksi dari Polemik Ini
Kisah kenaikan PBB 250 persen batal nunjukin betapa pentingnya suara rakyat. Dari posko donasi, debat sengit, sampe video viral, semua jadi bukti bahwa demokrasi lokal masih hidup. Warga Pati, dari petani sampe santri, bersatu buat lawan kebijakan yang nggak masuk akal. Hasilnya? Pemerintah denger, dan kebijakan dibatalkan.
Ke depan, pemkab Pati perlu belajar dari drama ini. Transparansi dan dialog sama masyarakat itu kunci. Kenaikan PBB 250 persen batal mungkin udah selesai, tapi perjuangan buat keadilan pajak belum tentu berhenti. Warga Pati udah buktiin, kalau bersatu, mereka bisa bikin perubahan. Kamu setuju nggak sama perjuangan mereka?








