“Proyek Multiyears Program Bupati Hendy”
JEMBER,Pelitaonline.co – Kualitas Pengaspalan Jalan di Kecamatan Umbulsari, kualitasnya dipertanyakan. Pasalnya, baru seminggu selesai kerjakan sudah mengelupas.
Diketahui, sumber pembiayaan Proyek sebesar Rp16,7 miliar tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember tahun 2021-2022.
Dipapan proyek terbaca kontraktor yang menggarap adalah PT Tanjong Harapan , sementara jalan yang perbaiki jalan di sepanjang 23 kilometer.
Hasil pemeriksaan, Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan bersama Ketua Komisi C Budi Wicaksono setelah memeriksa laporan warga, lokasinya menyebar di Desa Tegalwangi serta Desa Tanjungsari.
“Rentan waktu, sejak jalan dikerjakan hingga sekarang, baru seminggu,sudah rusak atau banyak yang mengelupas, Kualitas pekerjaan aspal ini patut dipertanyakan,” ujarnya Sabtu (2/6/2022).
Sementara, Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono akan me jadwalkan mengundang kontraktor bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk rapat dengar pendapat.
“Rekanan, dan konsultan harus menjelaskan apa adanya. Jangan menutupi kenyataan. Apakah mereka menjalankan kontrak secara jujur atau tidak? Harus terbuka,” tegas Budi.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Jember Yoyok Subagiono mengatakan, setiap rekanan wajib memperbaiki kerusakan jalan dalam masa kontrak hingga waktu jatuh tempo untuk perawatan.
Dia menyebut, ada belasan rekanan yang terlibat dalam 30 paket proyek peningkatan jalan dari skema anggaran tahun jamak 2021-2022 senilai Rp664 miliar. PT Tanjong Harapan salah satunya. Namun, sejauh ini belum ada satu pun proyek yang tuntas untuk layak diserah terimakan.
Yoyok juga memaparkan Dinas PU Bina Marga telah melakukan pemeriksaan serta mengkalkulasi antara hasil pekerjaan dengan estimasi anggaran yang harus dibayarkan ke rekanan. .
“Ketika dilakukan pemeriksaan tidak sesuai kontrak dan kurang sesuai spesifikasi, kita akan minta dibongkar. Kalau tidak, dana pekerjaan tidak bisa cair, Kita akan minta rekanan untuk diperbaiki dulu. Kalau tidak, mereka tidak akan kami dibayar,” pungkas Yoyok.
Menaggapi hal itu, Direktur PT Tanjong Harapan, Amrullah berjanji akan segera memperbaiki setiap titik kerusakan. Terutama temuan-temuan warga bersama DPRD Jember berupa aspal yang mengelupas.
“Proyek masih berjalan. Ada momen masa pemeliharaan, dan mana-mana yang akan diperbaiki pasti kami perbaiki,” tanggapnya
Aspal yang mengelupas sambungnya, kemungkinan akibat dari berbagai sebab. Seperti pencampuran aspal dengan agregat yang kurang presisi atau adanya kesalahan teknis operasionalnya tatkala menghampar aspal.
Pasalnya, PT Tanjong Harapan membeli bahan dari perusahaan pengolah aspal yang baru berdiri, yakni PT Dita Anugerah. Bukan aspal yang mestinya dibeli kepada PT BKU seperti termuat dalam dokumen penawaran tender oleh PT Tanjong Harapan.
“Memang PT Dita Anugerah ini AMP baru. Jadi, wajar mungkin ada problem produksi. Mungkin material kurang bersih bisa. PT BKU tidak nutut memproduksinya. Mepet semua, kontraknya mau habis. Paket multiyears sekarang kritis,” Tandas Amrullah.
Amrullah mengklaim, capaian pekerjaan yang telah dilakukan kisaran 67 persen atau setara panjang jalan sekira 15-16 kilometer. Sehingga masih tersisa 7 -8 kilometer lagi tanggungan garapan. (Awi/Yud)








