“Ini fitnah dan hoaks yang tidak berdasar,” tulis Erika dalam story Instagramnya yang kemudian dihapus beberapa jam kemudian. Ia sudah terlalu familiar dengan pola ini. Tahun lalu hal yang sama terjadi, dan sekarang berulang lagi. Seolah ada yang sengaja menggunakan namanya untuk kepentingan tertentu.
Hoaks “video 8 menit Erika Putri” menyebar dengan pola yang sangat sistematis. Dimulai dari akun-akun anonim di TikTok yang membagikan cuplikan video blur dengan narasi provokatif. Caption yang digunakan selalu mengandung unsur clickbait: “Lagi viral nih, video 8 menit Erika Putri pakai pakaian sensual”, “Netizen heboh, link video lengkap ada di bio”, atau “Gak nyangka Erika Putri bisa begini”.
Video-video teaser ini kemudian disebarluaskan ke platform lain. X (Twitter) dipenuhi thread yang mengklaim memiliki link lengkap. WhatsApp grup-grup besar mulai dari grup alumni, grup arisan ibu-ibu, hingga grup kantor, semua kebanjiran pesan berantai yang berisi tautan-tautan mencurigakan. Yang mengkhawatirkan, banyak yang mempercayai dan ikut menyebarkan tanpa verifikasi terlebih dahulu.
Para ahli keamanan siber sudah berkali-kali memperingatkan bahaya di balik pencarian link viral semacam ini. Setiap kali ada fenomena pencarian massal link kontroversial, selalu diikuti dengan peningkatan kasus phishing dan malware. Tautan-tautan yang diklaim sebagai “video lengkap Erika Putri” ternyata mengarah ke situs-situs berbahaya yang dirancang untuk mencuri data pribadi pengguna.








