JEMBER – Liburan seorang pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berakhir tragis. Arismunandar (55), warga Kecamatan Alak, Kupang, ditemukan terbujur kaku di dalam kamar hotel kelas melati di kawasan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Sabtu (12/7/2025) malam.
Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh teman sekamarnya berinisial YF (61), pria asal Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Sumbawa. Keduanya diketahui tengah dalam perjalanan wisata mengelilingi beberapa kota di Jawa Timur.
Saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, YF yang mengaku sebagai sahabat dekat korban mengatakan bahwa sebelum meninggal, Arismunandar sempat mengeluh pusing dan meminta untuk dikerok.
“Teman saya itu sore tadi merasa tidak enak badan. Sore itu sempat ngopi di sekitar depan hotel sini. Kemudian katanya habis beli makan geprek,” kata YF saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi kejadian, Minggu (13/7/2025) pagi.
Setelah makan dan kembali ke kamar, korban disebut merasa sakit kepala bagian belakang. Ia kemudian meminta YF untuk mengerok tubuhnya dan menggosok leher bagian belakang dengan minyak aromaterapi merek Frescare.
“Saya kemarin dari Surabaya dan sekarang ke Jember. Kemudian rencananya besok mau kembali ke Surabaya lagi sebelum kemudian kembali ke Kupang,” ucap YF.
“Tapi kemudian saat kembali ke kamar itu, korban malah pusing sakit kepala di bagian kepala belakang dan istirahat. Saat tidur itu kemudian korban muntah dan minta dikerokin. Setelah itu minta leher belakangnya digosok dengan minyak frescare,” sambungnya menjelaskan.
YF menambahkan, korban kemudian tidur dan beristirahat. Namun, saat malam hari, ia mendapati sahabatnya dalam keadaan tidak sadarkan diri. Di sekitar tempat tidur ditemukan banyak bekas muntahan, membuat YF panik dan langsung meminta bantuan pihak hotel.
“Saya panik, kok dia (korban) tidak bangun. Juga ada bekas muntahan itu. Saya kemudian panggil pihak hotel minta datangkan (mobil) ambulans. Saya tahunya dia (korban) kritis,” ujarnya.
Kapolsek Sukorambi, AKP Sudarsono, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya menerima informasi dari petugas Puskesmas setempat mengenai adanya pria yang ditemukan meninggal di dalam kamar Hotel Tomiharini.
“Kejadiannya berawal dari kami mendapat informasi dari Pak Hariyanto petugas Puskesmas. Bahwa di Hotel Tomiharini ada yang meninggal di (dalam) kamar hotel,” kata Sudarsono.
Polsek Sukorambi kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Jember untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dugaan sementara awal, kemungkinan korban meninggal karena sakit. Karena sebelum makan tadi itu sempat ngeluh sakit di bagian kanan kepala. Kemudian oleh teman satu kamarnya dikerokin,” ujarnya.
Dugaan adanya riwayat penyakit juga dikuatkan oleh keluarga korban yang telah dihubungi oleh pihak kepolisian.
“Kami sudah terhubung dengan pihak keluarga lewat telepon. Memang (dibenarkan) yang bersangkutan ini, almarhum juga ada riwayat penyakit,” ungkapnya.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke kamar jenazah RSD dr. Soebandi Jember untuk dilakukan proses autopsi.
“Untuk dilakukan proses autopsi, sedangkan untuk barang-barang bukti yang ada di hotel kami amankan di Polsek Sukorambi,” ucapnya.
“Seperti yang kita lihat tadi, dari tim identifikasi dari Polres tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun yang lainnya. Pihak keluarga (juga) sudah dihubungi, kebetulan sudah terkoneksi dengan keluarganya yang ada di Kupang,” imbuhnya.








