PERISTIWA – JEMBER, 30 Juli 2025.Pertamina Perkuat Pasokan BBM di Jember hingga 2.000 KL per Hari PT Pertamina Patra Niaga menggandakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi lebih dari 2.000 kiloliter (KL) per hari. Langkah ini ditempuh untuk meredam kelangkaan BBM yang terjadi setelah penutupan total Jalur Gumitir akses utama Jember-Banyuwangi sejak 24 Juli 2025.
Volume distribusi ditingkatkan 100 persen dibanding hari normal, sehingga SPBU di wilayah kota dan di jalur utama Jember kini memperoleh pengiriman harian di atas 2.000 KL.
Pertamina juga menambah armada mobil tangki dari 86 menjadi 93 unit terhitung 30 Juli 2025 guna mempercepat suplai lintas-wilayah . Pasokan dialihkan tidak hanya dari Depo Banyuwangi, tetapi juga dari Terminal BBM Semarang, Maos, Rewulu, dan Boyolali untuk meminimalkan risiko gangguan logistik.
Sales Branch Manager Pertamina Jember, Hendra Saputra, menyatakan bahwa SPBU perkotaan dan jalur utama menjadi prioritas agar panic buying dapat dicegah dan rantai pasok tetap stabil. Pertamina menegaskan evaluasi pasokan dilakukan setiap hari demi memastikan kelancaran distribusi.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan kerja sama erat antara Pemkab Jember dan Pertamina. Pemerintah daerah memantau 40 SPBU umum dan satu SPBU nelayan setiap hari untuk memastikan penyaluran merata. Komunikasi intensif dan evaluasi bersama dijadwalkan rutin demi menjaga kelangsungan layanan publik di tengah kondisi krisis.
Penutupan Jalan Nasional di Jalur Gumitir guna proyek preservasi jalan dan jembatan menyebabkan keterlambatan pasokan BBM karena jalur alternatif memperpanjang waktu tempuh pengiriman. Dampaknya, antrean panjang sempat terjadi di berbagai SPBU; namun, pantauan terkini menunjukkan antrean mulai mencair dan hanya terjadi di dalam area SPBU.
Percepatan distribusi dan penambahan armada telah menurunkan kepadatan antrean. Pertamina memastikan mekanisme alih suplai dan tambahan ritase mobil tangki akan terus dioptimalkan hingga situasi benar-benar pulih.(UA/Red)
Catatan Redaksi : Semua data kuantitatif (volume 2.000 KL, jumlah armada 93 unit) bersumber dari keterangan resmi Pertamina Patra Niaga tertanggal 30 Juli 2025








