JEMBER, Pelitaonline.co – Potensi yang luar biasa dari kaum milenial pada partisipasi Pemilu 2019 menjadi momentum bagi partai Golkar Jember untuk menguatkan potensi kader mudanya dalam menghadapi tantangan politik pemilu 2024 yang kian dinamis.
Mengingat banyaknya kader muda potensial yang telah mengisi kepengurusan Partai Golkar di Jember, maka target menaikkan perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2024 mendatang, sangatlah realitistis di dapatkannya.
“Saya mewakili anak muda milenial sangat optimis target 6 kursi DPRD dari ketua Golkar tersebut bisa direalisasikan. Bahkan bisa kita lampaui ,” ujar Bayu Priandoko.
Optimisme Bayu Priandoko atau biasa dipanggil Mas BP tersebut sangatlah rasional, mengingat ia merupakan representasi kelompok milenial yang memiliki kompetensi tinggi sehingga tak merasa ragu tentang suatu hal.
Perlu diketahui, sosok ganteng yang masih berusia 33 tahun ini memiliki latar belakang pengusaha milenial yang sukses di Jember dan sekaligus sebagai Ketua AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) Jember.
Mengenai strategi Golkar yang merangkul banyak anak muda potensial di Kabupaten Jember, ia sangat menyepakatinya.
“Kalau mau eksis dalam percaturan politik, maka rangkul anak mudanya. Partai politik ke depan memiliki kepentingan lebih besar pada generasi milenial apabila ingin terus eksis dalam perpolitikan Indonesia,” terang Pria yang akrab disapa Mas BP ini.
Pasalnya, menurut Mas BP, generasi muda sekarang ini baik secara langsung maupun tidak langsung banyak memengaruhi dinamika politik nasional. Untuk itu, partai Golkar Jember telah menyusun strategi melakukan rekrutmen sekaligus menempatkan generasi muda dalam jabatan strategis partai.
“Itu sudah dilakukan di Partai Golkar Jember di bawah pimpinan bapak Haji Karim,” tegas dia.
Alasan lainnya kenapa partai Golkar banyak merangkul anak muda, menurut Mas BP, perkembangan zaman dan berbagai tantangannya saat ini, pemikiran dan pendekatan anak muda yang segar akan membawa napas baru dalam strategi dan langkah partai Golkar.
Mas BP melanjutkan, bahwa dalam konteks kalkulasi yang realistis, menguatkan anak muda merupakan investasi jangka panjang. Data Pemilu 2019 yang menunjukkan besarnya angka pemilih pemula, secara tidak langsung memastikan bahwa Pemilu 2024 mendatang juga masih menjadi ajang bagi politisi-politisi muda.
“Tanggung jawab dan kesempatan berkarya membangun partai bisa menjadi jalan untuk memupuk rasa kepemilikan kader-kader muda populer terhadap partai Golkar,” pungkasnya. (Awi/Yud)








