Wabup Jember Djoko Susanto Hadiri Tanam Padi Percontohan Mandiri Di Desa Ajung Kecamatan Ajung Kupas Pertanian Modern dan Kesenian Budaya Jember

Lukman Hakim

December 7, 2025

3
Min Read

Pelitaonline.co, JEMBER – 7 Desember 2025.
Wakil Bupati Jember Dr.H.Djoko Susanto,SH.MH menghadiri giat tanam padi percontohan mandiri yang dihadiri oleh ketua Kelompok tani, ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) dan pegiat seni Jaranan dari Balung di Desa Ajung Kecamatan Ajung, Sabtu 2/12/2025.

Wakil Bupati Jember Dr.H.Djoko Susanto,SH.MH menyampaikan kehadirannya untuk memotivasi petani yang melakukan kegiatan tanam padi percontohan mandiri dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yaitu mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan serta memberikan apresiasi kepada masyarakat petani yang sudah berperan mewujudkan Jember sebagai lumbung pangan Nasional yang merupakan implementasi wujud kepedulian masyarakat urusan pangan.

Wakil Bupati Jember Dr.H.Djoko Susanto,SH.MH saat giat tanam padi percontohan mandiri di desa Ajung Kecamatan Ajung, 06/12/2025

Wabup Djoko Susanto berharap kedepan ada pendekatan pola baru pertanian yang lebih modern seperti corporate farming yaitu hamparan luas dikerjakan secara bersama-sama untuk kepentingan bersama sehingga teknologi pertanian bisa masuk dan pengelolaannya lebih mudah.

Baca Juga :  Penyuluhan Hukum Kejari Di Aula SMPN 1 Jember : Kunci Utama Menghindari Masalah Hukum Hanya Ada Satu Yaitu JUJUR

Percontohan pola pertanian dengan konsep corporate farming ini, lahan-lahan kecil dikonsolidasikan menjadi lahan bersama ditanam bersama hasilnya dinikmati bersama dengan komposisi atau proporsi lahan yang dimiliki. Untuk itu yang pertama adalah perubahan mindset dan memotivasi peran PPL atau dinas pertanian agar aktif mengawal pertanian lebih serius sehingga petaninya tidak dibiarkan sendiri.

Harapan wabup Djoko Susanto kepada petani teruslah bertani, pekerjaan bertani bukan hal yang memalukan dan membuat gengsinya turun karena petani adalah pahlawan pangan, tanpa petani kita semua tidak bisa hidup karena hidup kita tergantung pada pangan. Mindset generasi muda harus berubah karena bertani sebuah kegiatan yang mulia.

Baca Juga :  Pisah Sambut dan Rakor Kecamatan Sukorambi Ada Tetes Air Mata Terharu

Wabup Djoko Susanto juga menyebutkan salahsatu komponen penting suksesnya program swasembada pangan di Kabupaten Jember adalah peranan TNI khususnya kodim 0824 Jember sebagai salah satu garda terdepan membantu petani dengan melakukan pendampingan untuk mewujudkan swasembada pangan sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terang Wabup Djoko Susanto.

Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia, Jumantoro bersama Wabup Djoko Susanto dan petani

Sementara itu ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia, Jumantoro menyampaikan terimakasih kepada bapak Wabup yang turun langsung dan berinteraksi dengan petani tidak hanya retorika dan berbuat nyata hadir langsung memotivasi petani yang tanam padi percontohan mandiri tanpa APBD mampu membuktikan bahwa petani mampu berbuat nyata sebagai sumbangsih petani kepada pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan sesuai salahsatu point penting Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto,ungkap Jumantoro.

Baca Juga :  Bandara Notohadinegoro Resmi Beroperasi Mulai 17 Agustus, Layani Penerbangan Jember-Jakarta
Wakil Bupati Jember Dr.H.Djoko Susanto,SH.MH bersama pemain kesenian jaranan dari Kecamatan Balung

Terkait dengan seni budaya jaranan yang memeriahkan kegiatan tanam padi, Wabup Djoko Susanto menjelaskan bahwa jaranan awal mula kesenian yang tumbuh di masyarakat grassroot ssbagai simbol perlawanan protes para petani dan masyarakat grassroot melawan ketidakadilan. Tentunya kesenian ini kita lestarikan dan ditumbuhkembangkan karena kesenian jaranan ini bagian dari jatidiri bangsa dimana dulu masyarakat melawan penjajah diantaranya dengan kesenian,ungkap Wabup Djoko Susanto.

Berbicara Jember yang merupakan daerah pendatang, kesenian Jember mau tidak mau mesti kolaborasi dari budaya pendatang. Justru kolaborasi kebudayaan antar etnik di Jember ditumbuhkembangkan sehingga menjadi budaya daerah Jember dan dipatentkan menjadi kesenian Jember, pungkas Djoko Susanto.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×