Iklan Floating Google AdSense (Diperbaiki)
×

Tingkat Produksivitas KSR, DPP Apkasindo MoU Dengan Inti Indosawit Subur

DPP Apkasindo bersama Inti Indosawit Subur, Usai Penandatanganan MoU. (foto: Bagus)

PEKANBARU, Pelitaonline.co
Peningkatan produktivitas lahan perkebunan kelapa sawit rakyat bukan hanya tugas pemerintah namum juga Perusahaan swasta perkebunan kelapa sawit.

Sebab, meningkatnya produktivitas kelapa sawit rakyat (KSR) akan menguntungkan semua pihak, terkhusus dari manfaat jasa lingkungan yang di dapat dari tanaman kelapa sawit dari segi ekonomi, sosial dan ekologi.

Untuk mewujudkan hal itu, DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) melakukan melakukan penandatangan kerjasama (MoU) dengan Asian Agri Group melalui anak perusahaannya yaitu PT Inti Indosawit Subur, Jum’at (13/8/2021).

Penandatangan ini langsung dihadiri oleh Ketua Umum dan Sekjend  DPP APKASINDO, Dr cn Ir Gulat Manurung, MP.,C.APO dan Rino Afrino, ST., MM., C.APO, mewakili DPW APKASINDO Riau.

Sekretaris Wilayah, Djono A Burhan, S.Kom., MMgt (Int.Bus), CC,CL dan Ketua Tim Percepatan PSR DPW APKASINDO Riau, Eko Jaya Siallagan, SP.,M.Si.,C.APO. Dari Pihak Asian Agri langsung dihadiri oleh Direktur Utma PT. Inti Indosawit Subur (IIS) dan Segenap Pegawai Asian Agri.

Terlihat, sebelum acara penandatangan nota kesepakatan saling dukung ini, terlebih dahulu para pihak saling berdiskusi tentang kondisi industry kelapa sawit dimasa pandemic Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian secara nasional serta membicarakan mengenai pola kemitraan setara yang akan dikerjasamakan kedepannya.

Gulat Manurung, menjelaskan bahwa APKASINDO telah merangkul beberapa perusahaan besar kelapa sawit di Indonesia yang tersebar di 22 Provinsi perwakilan APKASINDO pada 7 bulan terakhir seperti di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Papua, Jambi, Aceh dan hari ini di Provinsi Riau,

“Semua pola kerjasama kemitraan ini kami kerjakan pada situasi sulit saat ini, bagi kami Petani sawit tidak menyerah dengan berbagai kerbatasan pada masa-masa sulit dampak pandemi Covid-19 ini.

Memang pada umumnya lanjutnya, kemitraan ini baru terjalin dengan anggota GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia). Gulat mengatakan kedepannya akan masuk ke Perusahaan Sawit Non-GAPKI, sebab Kemitraan ini adalah amanah UU Cipta Kerja.

“Jadi, semua wajib mendukungnya,
terkhusus dengan Asian Agri, memang ada yang unik, dimana pola kerjasama antara APKASINDO dengan Asian Agri sudah terjalin jauh sebelumnya” jelas Gulat.

Gulat juga menerangkan, DPP APKASINDO bekerjasama secara kroyokan dengan beberapa perusahaan produsen kecambah sawit Indonesia, salah satunya yang berperan penting adalah Asian Agri.

“Ya memang chemistry dulu antara APKASINDO dengan Asian Agri, baru setelah sama-sama sepakat, baru ber MoU, jadi MoU ini bukan seperti biasanya, kami sudah bekerja terlebih dahulu,” ujar Gulat.

Gulat mengisahkan awal kerjasama itu saat program Pembangunan Pusat Pembibitan Sawit yang dicanangkan Wakil Presiden yaitu Santripreneur Berbasis Sawit pada Oktober 2020 dan sebagai Pilot Project nya di 3 Provinsi yaitu Riau, Sumut dan Sumsel yang dihadiri oleh Gubernur Riau Syamsuar dan Kadisbun Riau Pak Zulfadli. (Gus/Yud)

Dapatkan Berita Terbaru: Saluran WA

Temukan Berita Terbaru: Google News

Berita Serupa