BerandaBeritaSiti Maisaroh Penggagas Sekolah Multiple Intelegensi Anak Usia Dini Di Jember

Siti Maisaroh Penggagas Sekolah Multiple Intelegensi Anak Usia Dini Di Jember

- Advertisement -spot_img

JEMBER, Pelitaonline.co – Siti Maisaroh salah satu dari jutaan perempuan yang produktif dan berkarya di bidang pengembangan pendidikan anak usia dini. Pasca lulus dari STAIN Jember jurusan Ahwalus Syakhsiyah, Ia melanjutkan studi pasca sarjana pada almamater yang sama mengambil  jurusan Manajemen Pendidikan Islam.

Selama menempuh studi, dia bersama sahabatnya bercita-cita membangun generasi bangsa yang unggul, akhirnya dia mengawali dengan merintis kelompok belajar anak usia dini yang diberi nama RA Ulul Albab, kesempatan inilah dimaksimalkan untuk membentuk karakter anak usia dini.

Dalam perjalananya, RA Ulul Albab dibawah kepemimpinannya meraih sejumlah prestasi dan penghargaan, salah satunya  pernah mengharumkan Kabupaten Jember dalam kancah Nasional, Ia terpilih menjadi Kepala RA berprestasi tingkat Nasional pada tahun 2018, kemudian tahun berikutnya sekolah rintisannya (RA Ulul Albab) dinobatkan sebagai lembaga inspiratif Tingkat Jawa Timur pada tahun 2019.

Meski berbagai prestasi telah diraih mulai tingkat Kabupaten hingga Nasional, Maisaroh demikian panggilan  sehari perempuan kelahiran 5 Juli 1982 itu, tetap belajar dan mengamalkan pengalamannya kepada  pendidik lainnya.

Suatu ketika, Dia menghadiri undangan dari Pokja kepala sekolah RA (KKRA) Kecamatan Silo. Tentu ini menjadi kesempatan bagi dirinya dan tim pendidik RA Ulul Albab berbagi ilmu dan pengalamannya di hadapan seluruh undangan yang dihadiri Kepala Sekolah RA se Kecamatan Silo.

“ Kami bersama tim dari RA Ulul Albab diundang oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah RA, tentu ini kesempatan emas untuk berbagi dan mengamalkan ilmu yang kami dapatkan,” tutur Siti Maisaroh, penggagas sekaligus  Penggerak Sekolah Multiple Intelegensi Anak Usia Dini di Kabupaten Jember, saat di temui di kediamannya, Jum’at (26/3/2021)

Diusianya yang menginjak 39 Tahun, Maisaroh mengawali belajar dan mengenal teori Multiple Intelegensi howard gadner, dia dapatkan saat menempuh studi Pasca Sarjana di IAIN Jember, dia terdorong untuk menerapkan teori kecerdasan majemuk, awal mulanya dia terapkan pada lembaga rintisannya RA Ulul Albab Kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates, Jember.

“Lembaga RA Ulul Albab menjadi  laboratorium reserch untuk mencari bentuk dalam meningkatkan kompetensi kecerdasan anak.” Katanya

Namun, dalam perjalanannya, RA Ulul ALbab sejak dirintis pada tahun 2008 hingga 2017 itu, mengalami perubahan system dan bentuk, hingga akhirnya menemukan formula yang tepat dan ideal bagi anak usia dini, tentu diawali dari proses yang panjang hingga akhirnya menjadi percontohan dan inspirasi bagi lembaga lainnya.

Dia menjelaskan, hasil pengamatan dan penelitiaan yang dilakukan, Pertama dia dapat mendeteksi perubahan kecerdasan anak pada tahun 2018, setelah menghadirkan psikolog untuk mengetahui kecerdasan anak di RA Ulul Albab, hasil evaluasi internal pendidik RA Ulul Albab, setiap menghadirkan psikolog, serapan anggaran cukup tinggi.

Artinya, butuh dana yang besar dan tingkat akurasi kecerdasan dominan pada anak terkadang subjektif, sehingga orang tua terkadang tidak puas dari hasil akhir tersebut, hal ini yang melatar belakangi Maisaroh bersama pendidik lainnya, mencoba menggagas instrumen kecerdasan anak dengan melibatkan peran langsung orang tua.

“ Awal mulanya sistemnya manual  namun saat ini telah berbasis digital, menyesuaikan perkembangan digitalisasi, kemudian  temuan ini berlanjut pada tahun 2019, Lembaga RA Ulul Albab yang masih berusia 10 tahun tersebut, oleh kementerian Agama Propinsi  Jawa Timur dinobatkan sebagai lembaga RA Inspiratif,” Cerita Siti Maisaroh.

Kemudian yang kedua, lanjut Maisaroh, dalam kerangka penerapan multiple intelegensi satu hal yang dia ingat yaitu berbasis pengalaman, karena itu desain belajarnya harus berbasis pengalaman nyata. “Kami memilih program belajar dan desain ruangan berbasis kecerdasan, misalnya, saya memiliki ruangan kelas berbasis kecerdasan dengan standart  9 kecerdasan, tujuannya adalah anak dapat mengekspresikan kecerasan tertentu pada ruangan kelas tertentu yang ditopang dengan fasilitas pendukung kecerdasan lainnya.”jelasnya.

Selain itu, kami juga memilih program belajar yang memang berbasis dengan pengalaman nyata, misalnya program kantin kids, sosial activity, home visit dan kegiatan lainnya. “Program belajar pengembangan kita kembangkan pada anak yang telah ditemukan kecerdasan tertentu dari deteksi dini dan observasi wali kelas, diarahkan untuk mengikuti program ekstrakurikuler yang mendukung dan meningkatkan kecerdasan yang dimiliki oleh anak didik,”pungkasnya.

Hasil pengamatan yang Ketiga, proses kegiatan belajar, kami harus membuat buku belajar yang berbasis pada kecerdasan yang berkaitan langsung dengan kegiatan nyata, maka pada tahun 2020 kami dan pendidik telah tuntas menyusun buku kerja siswa berbasis kecerdasan yang memudahkan guru untuk mengarahkan anak didiknya agar mengerjakan sesuatu berdasarkan pengalaman yang mewakili pada bidang kecerdasan masing masing.

“Berikutnya, kami berhasil menyusun karya buku cergam (cerita bergambar) yang berisi tentang karakter anak, buku I Love qu’ran yang berisi tentang asababun nuzul dan arti surat surat pendek dalam bentuk lagu sehingga mudah untuk dihafalkan oleh anak usia dini.” Ujarnya, sambil menunjukkan hasil karya-karyanya.

Temuan ini mendapat apresiasi dan kepuasan dari wali murid, indikatornya kepuasan tersebut dapat diketahui  setiap tahunnya jumlah murid RA Ulul Albab mengalami peningkatan kuantitasnya, namun karena keterbatasan ruangan gedung kelas yang ada, maka kami membatasi penerimaan siswa baru.

Indikator berikutnya, dapat dilihat dari peminat masuk di SD Islam Ulul Albab yang masih berusia dua tahun mendapat perhatian khusu dari masyarakat, pada waktu pendaftaran yang sangat cepat, selama dua minggu pendaftaran sudah tutup, karena telah memenuhi kuota siswa.

Dari beberapa temuan tersebut katanya, sisa umur yang ada ini akan dimanfaatkan untuk mengabdi membentuk generasi yang unggul dan menjadi generasi Qur’ani. “niat kami sekeluarga ingin Nasyrul ilmi kepada semua lembaga-lembaga RA/TK untuk menularkan ilmu secara gratis, karena sejatinya ilmu itu anugerah dari Allah SWT,” terangnya

Maisaroh mengatakan, tercatat sejak bulan Maret hingga April, jadwal undangan dari berbagai daerah seperti Bondowoso, lumajang, Situbondo, Banyuwangi  telah penuh hampir setiap hari ada kegiatan road show.

Pihaknya juga mempersilahkan kepada masyarakat atau lembaga untuk hadir langsung di RA Ulul Albab (Studi Visit). Ia menyampaikan selalu open, banyak lembaga lain yang melakukan studi visit di RA.Ulul ALbab, bahkan ada yang dari surabaya, banyuwangi  dan Jogjakarta.

” Harapan akhirnya untuk menggerakan sekolah anak usia dini agar mengasah kecerdasan majemuknya dengan kegiatan belajar yang nyata dimasa usia emasnya.” tandanya (Yud)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

#TRENDING TOPIC

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini