BerandaBeritaPrevalensi Stunting Terendah Ketiga, Pemkab Situbondo Terima Penghargaan Dari BKKBN

Prevalensi Stunting Terendah Ketiga, Pemkab Situbondo Terima Penghargaan Dari BKKBN

- Advertisement -spot_img

SITUBONDO, Pelitaonline.co – Bertempat di Merapi Grand Ballroom PRPP Semarang, Jawa Tengah Bupati Situbondo Karna Suswandi terima penghargaan prevalensi Stunting terendah dari Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Jumat, (29/6/2024) malam.

Penghargaan diberikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), karena Berdasarkan Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, Pemkab Situbondo prevalensi Stunting terendah.

Bupati Situbondo Karna Suswandi melalui  mengatakan, penghargaan tersebut diterima karena Pemkab Situbondo berhasil menurunkan prevalensi stunting terendah ketiga tingkat nasional.

“Penurunan prevalensi stunting kita sangat bagus sekali ya. Di mana

Diketahui, Tahun 2022 angka prevalensi stunting kita 30,9 persen, turun menjadi 4,1 persen di Tahun 2023. Dengan angka penurunan yang cukup signifikan, maka Situbondo berada urutan ketiga prevalensi stunting di tingkat nasional.

“Ini cukup membanggakan,” ucap Bupati Situbondo Karna Siswandi melalui Imam Darmaji Kepala DP3AP2KB dihubungi melalui saluran selulernya.

Keberhasilan menurunkan prevalensi stunting di Pemerintah Kabupaten Situbondo ini lanjut Imam, tidak terlepas dari kerja keras jajaran OPD yang tak lelah memberikan Advokasi serta pendampingan.

“Kalau tugas kami kan memberikan advokasi dan pendamping. Jadi masing-masing OPD itu ada tugasnya sendiri – sendiri,” katanya.

Dinkes, kata Imam, itu masalah gizinya mulai dari ibu hamil hingga balita, Dinas PUPP itu masalah jamban keluarga, sanitasi dan RTLH dan urusan ketersediaan pangan itu menjadi tugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Peternakan dan Perikanan.

“Kau urusan jaminan sosial itu tugasnya Dinsos,”  lanjut Imam.

Meskipun berhasil menurunkan prevalensi stunting hingga 4,1 persen di Tahun 2023, tambahnya Bupati Situbondo meminta jajaran OPD untuk terus bekerja keras, sehingga prevalensi stunting pada Tahun 2024 ini bisa kembali turun diangka 3 persen atau bahkan zero stunting. (Ron/Adv)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

#TRENDING TOPIC

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini