TEKONOLOGI – JAKARTA, 16 Agustus 2025. OpenAI terpaksa bergerak cepat melakukan pembaruan pada GPT-5 hanya sepekan setelah peluncurannya. Hal ini menyusul banyaknya keluhan dari pengguna yang menilai model baru tersebut terasa terlalu kaku, formal, dan “dingin” dibandingkan pendahulunya, GPT-4o.
CEO Sam Altman mengakui kritik tersebut, dan melalui sebuah pernyataan mengatakan bahwa perusahaan “belum memperkirakan seberapa kuat keterikatan emosional pengguna terhadap kepribadian model AI tertentu.” Untuk menanggapi hal itu, OpenAI merilis pembaruan nada percakapan GPT-5 agar terdengar lebih ramah dan hangat.
Selain perubahan gaya bicara, GPT-5 kini juga menghadirkan tiga mode baru: Auto, Fast, dan Thinking. Dengan pilihan ini, pengguna diberi kendali lebih besar untuk menyesuaikan cara AI merespons sesuai kebutuhan masing-masing.
Gelombang Protes Setelah Peluncuran
Sejak peluncurannya pada 7 Agustus, forum-forum daring seperti Reddit dipenuhi komentar negatif. Banyak pengguna merasa kehilangan “karakter” GPT-4o ketika OpenAI mendepresiasi model lama tanpa pemberitahuan, sehingga mereka terpaksa langsung beralih ke GPT-5.
“Pelajaran penting dari pengalaman ini adalah kami harus membuat sistem yang memungkinkan personalisasi lebih baik terhadap kepribadian model,” ungkap Altman. Ia menambahkan bahwa keterikatan emosional pengguna pada AI ternyata jauh lebih besar dibanding teknologi-teknologi sebelumnya.
Masalah Teknis Perburuk Situasi
Tak hanya soal kepribadian, peluncuran GPT-5 juga diwarnai kendala teknis. Salah satunya, router model yang seharusnya mendistribusikan permintaan ke varian model yang sesuai justru salah arah, sehingga banyak pengguna secara tidak sengaja dialihkan ke model lebih sederhana dan murah. Hal ini memicu kekecewaan karena performa dirasa menurun jika dibandingkan GPT-4o.
Sebagai langkah perbaikan, OpenAI akhirnya memulihkan akses ke GPT-4o, sekaligus meningkatkan batas penggunaan GPT-5 hingga 3.000 pesan per minggu untuk fungsi penalaran lanjutan. Altman juga berjanji bahwa proses penghentian model lama di masa depan akan disampaikan dengan pemberitahuan yang jelas dan cukup waktu bagi pengguna untuk menyesuaikan diri.
Peristiwa ini membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana harapan dan hubungan emosional manusia dengan AI berkembang. Altman dalam sebuah acara di San Francisco bahkan memperkirakan, jika tren pertumbuhan penggunaan ChatGPT terus berlanjut, kelak AI dapat mengucapkan lebih banyak kata per hari dibanding seluruh populasi manusia di dunia.(UA/Red)








