Pelitaonline.co, JEMBER – 28 Juni 2026
Kiprah generasi muda dalam memajukan dunia olahraga di Kabupaten Jember kian menunjukkan taringnya. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Alisya Farah Putri Astaman, instruktur muda berbakat dari SG d’Universal Line Dance (SG d’ULD) Kabupaten Jember. Di usianya yang terbilang belia, dedikasi dan kemampuan Alisya dalam dunia line dance sudah tidak diragukan lagi.

Jiwa kepemimpinan serta ketekunan Alisya sebagai seorang instruktur ternyata mengalir erat dari sang ibunda, Gandhi Elia, yang saat ini memegang peran krusial sebagai Kepala Pendidikan dan Latihan (Kadiklat) SG d’ULD Cabang Jember. Di bawah bimbingan lingkungan keluarga yang suportif, putri ketiga dari pasangan Ibu Gandhi Elia dan Bapak Ibnu Astaman ini tumbuh menjadi pilar penting bagi regenerasi atlet line dance lokal.
Saat ditemui oleh media Pelitaonline.co, Alisya menyampaikan visi besarnya untuk masa depan olahraga ini di tanah kelahirannya. Ia memiliki komitmen kuat untuk menjaring dan mendidik generasi muda Jember agar mampu mengukir prestasi gemilang di bidang olahraga line dance.
“Harapan terbesar saya adalah bisa mencetak generasi muda yang tidak hanya sehat, tetapi juga berprestasi di tingkat regional maupun nasional melalui jalur line dance,” ungkap Alisya dengan penuh semangat.
Pemegang Sertifikat Nasional Termuda
Langkah Alisya menuju profesionalisme dibuktikan dengan rekam jejaknya yang mumpuni. Saat ini, dirinya telah mengantongi Sertifikat Nasional 1 resmi yang terdaftar di Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional.
Prestasi tersebut diraihnya dengan catatan yang cukup impresif. Alisya berhasil lulus dalam pelatihan instruktur ULD yang digelar di Bandung, Jawa Barat, pada bulan Mei 2025 lalu. Kala itu, di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Alisya tercatat sebagai peserta paling muda yang sukses meraih sertifikasi bergengsi tersebut.
Menatap 4 Sertifikasi Tersisa dan Lisensi Juri
Meski telah memegang lisensi nasional di usia muda, Alisya mengaku tidak ingin cepat berpuas diri. Perjalanan menuju puncak karier sebagai instruktur profesional penuh di dunia line dance masih terus berjalan.
Alisya menjelaskan bahwa dirinya masih harus menyelesaikan empat tahapan sertifikasi lanjutan yang regulasinya diatur langsung oleh ULD Pusat di Jakarta.
“Untuk menjadi instruktur profesional seutuhnya, kami masih harus menempuh empat sertifikat lagi. Saat ini kami sedang menunggu jadwal resmi dari ULD Pusat. Setelah semua tahapan itu selesai, target terakhir yang ingin saya kejar adalah sertifikat penjurian,” jelasnya.
Menutup perbincangan, Alisya pun meminta dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya komunitas pencinta olahraga di Jember, agar proses peningkatkan kapasitas dirinya berjalan lancar demi kemajuan olahraga daerah.
”Tentu perjalanannya masih panjang, mohon doa restunya dari semua pihak agar saya bisa menyelesaikan rangkaian sertifikasi ini dengan baik,” pungkas Alisya. (LHK)








