Mantan Menteri ESDM: Jejak dan Kontroversi di Balik Energi Indonesia

Ricky R

June 30, 2025

5
Min Read
mantan menteri ESDM, energi Indonesia, Bahlil Lahadalia, Arifin Tasrif, Ignasius Jonan, Darwin Zahedy Saleh, kebijakan energi, tambang nikel, energi terbarukan

Kontroversi Bahlil Lahadalia: Dari Tambang sampai Disertasi

Ngomongin mantan menteri ESDM, nama Bahlil Lahadalia pasti muncul di 2025. Meski kini jadi Menteri ESDM di bawah Presiden Prabowo, sepak terjangnya sebelumnya bikin heboh. Bahlil, yang dilantik pada Oktober 2024, langsung terlibat dalam beberapa isu panas. Salah satunya? Polemik tambang nikel di Raja Ampat.

Bahlil mencabut izin empat perusahaan tambang di Raja Ampat karena pelanggaran lingkungan. Tapi, izin PT Gag Nikel tetap bertahan, bikin banyak orang bertanya-tanya. Apalagi, foto kerusakan lingkungan di Pulau Piaynemo yang viral disebut Bahlil sebagai hoax. Beneran hoax atau cuma strategi komunikasi? Netizen di X ramai-ramai debat soal ini, dengan beberapa menyebut Bahlil terlalu “berani” di tengah tekanan publik.

Baca Juga :  INAIFAS Mengabdi, Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju SDGs Melalui Kegiatan PKM-BR

Selain itu, Bahlil juga tersandung isu akademik. Universitas Indonesia merekomendasikan pembatalan disertasinya, memicu diskusi panas di DPR. Wakil Ketua Komisi X DPR bahkan bilang kasus ini harus jadi pelajaran buat dunia pendidikan. Buat Bahlil, ini kayak main di dua front: kebijakan energi dan reputasi pribadi.

Arifin Tasrif: Fokus pada Biofuel dan Lifting Minyak

Sebelum Bahlil, ada mantan menteri ESDM Arifin Tasrif yang menjabat hingga 2024. Arifin punya misi besar: meningkatkan produksi minyak dan gas, sekaligus nyiapin Indonesia buat era energi hijau. Salah satu gebrakannya adalah dorongan penggunaan BBM biofuel, seperti Pertamax Green, untuk kurangi ketergantungan pada minyak mentah. Dia juga ngotot supaya program konversi motor listrik jalan, meski cuma 5.000 permintaan yang masuk sampai akhir masa jabatannya.

Baca Juga :  Sertifikat Ketinggian: Pentingnya Bukti Legal untuk Bangunan Bertingkat

Arifin juga terlibat dalam negosiasi divestasi saham PT Vale Indonesia, yang jadi syarat perpanjangan izin operasi setelah 2025. Meski begitu, beberapa pihak menilai kebijakannya soal biofuel masih setengah hati, terutama karena infrastruktur pendukungnya belum kuat. Tapi, ga bisa dipungkiri, Arifin punya andil besar bikin Indonesia mulai melirik energi terbarukan.

Ignasius Jonan: Reformasi PLN dan Energi Terbarukan

Mantan menteri ESDM Ignasius Jonan juga ga kalah cetar. Menjabat pada 2016–2019, Jonan dikenal sebagai “penutup kran” kerugian PLN. Dia bikin gebrakan dengan mendorong efisiensi di perusahaan listrik negara itu. Selain itu, Jonan juga getol ngembangin energi terbarukan, kayak PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTA.

Baca Juga :  Mobil Tambang Batubara: Mesin Raksasa Penopang Energi Nusantara
Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×