Mantan Menteri ESDM: Jejak dan Kontroversi di Balik Energi Indonesia

Ricky R

June 30, 2025

5
Min Read
mantan menteri ESDM, energi Indonesia, Bahlil Lahadalia, Arifin Tasrif, Ignasius Jonan, Darwin Zahedy Saleh, kebijakan energi, tambang nikel, energi terbarukan

Tapi, Jonan juga punya sisi kontroversial. Kebijakannya soal Freeport sempat bikin panas hubungan dengan investor asing. Meski akhirnya Indonesia berhasil ambil alih mayoritas saham Freeport, banyak yang bilang pendekatan Jonan terlalu agresif. Tapi, buat sebagian orang, justru itu yang bikin dia legendaris.

Tantangan dan Warisan Mantan Menteri ESDM

Jadi menteri ESDM itu kayak jalan di atas tali. Satu sisi, harus pastiin energi cukup buat rakyat. Sisi lain, harus jaga lingkungan dan ga boleh asal kasih izin tambang. Mantan menteri ESDM kayak Jonan, Arifin, atau Darwin punya tantangan beda-beda, tapi intinya sama: bikin Indonesia mandiri energi tanpa ninggalin masalah buat generasi berikutnya.

Baca Juga :  Latar belakang Nadiem Makarim: Dari Pendiri Gojek hingga Menteri yang Mengguncang Pendidikan Indonesia

Di 2025, isu energi masih panas. Kementerian ESDM sekarang targetin produksi minyak 1 juta barel per hari di 2030, sambil dorong BBM biodiesel B50 mulai 2026. Ini warisan yang ditinggalin para mantan menteri ESDM, tapi juga tantangan buat menteri sekarang. Apalagi, dengan isu perubahan iklim, tekanan buat beralih ke energi hijau makin kenceng.

Apa Kata Netizen di 2025?

Di X, topik soal mantan menteri ESDM masih ramai. Banyak yang ngomongin kebijakan Bahlil soal tambang, dengan beberapa netizen nyebut dia “terlalu berani” atau malah “main aman” buat kepentingan tertentu. Sementara itu, kematian Darwin Zahedy Saleh juga bikin banyak orang nostalgia sama era kebijakan energi di masa SBY. Ada yang bilang, “Zaman Darwin, infrastruktur energi mulai dibenerin, tapi kenapa sekarang masih berantakan?”

Yang jelas, mantan menteri ESDM selalu punya tempat di hati publik, entah karena prestasi atau kontroversi. Mereka adalah bagian dari cerita besar Indonesia dalam ngelola sumber daya alam. Dari Jonan yang reformis, Arifin yang visioner, sampai Darwin yang akademis, mereka ninggalin jejak yang masih dibahas sampai sekarang.

Baca Juga :  Pengumuman MSCI 2025: Apa Dampaknya bagi Pasar Saham Indonesia?
123
Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×