ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 30 Juni 2025. Indonesia, negara kaya sumber daya alam, punya sejarah panjang soal pengelolaan energi dan mineral. Di balik kebijakan besar itu, ada sosok-sosok mantan menteri ESDM yang punya peran krusial. Dari keberhasilan hingga kontroversi, jejak mereka kerap jadi sorotan. Artikel ini bakal ngobrolin kiprah para mantan menteri ESDM, sorot beberapa nama besar, dan apa yang lagi trending seputar mereka di 2025. Siap nyemplung ke dunia energi Indonesia? Yuk, simak!
Peran Penting Mantan Menteri ESDM
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) punya tugas berat: ngatur minyak, gas, listrik, sampai mineral supaya negara untung dan rakyat sejahtera. Mantan menteri ESDM sering jadi penentu arah kebijakan yang berdampak luas. Mereka harus main di tengah tekanan politik, kepentingan bisnis, dan kebutuhan publik. Bayangin, harus ngurus produksi minyak biar ga jeblok, sambil mikirin transisi ke energi hijau. Gampang? Enggak banget!
Beberapa nama mantan menteri ESDM yang pernah bikin gebrakan antara lain:
- Ignasius Jonan: Dikenal karena reformasi di PLN dan dorongan kuat ke energi terbarukan.
- Arifin Tasrif: Fokus pada peningkatan lifting minyak dan gas bumi.
- Darwin Zahedy Saleh: Berperan di era SBY, tapi sayangnya wafat pada Februari 2025.
Tiap menteri punya gaya dan tantangan sendiri. Tapi, satu hal pasti: mereka selalu jadi magnet perhatian, baik karena prestasi atau drama.
Darwin Zahedy Saleh: Kepergian yang Mengguncang
Awal 2025, kabar duka datang dari dunia energi. Mantan menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh meninggal dunia pada 7 Februari 2025. Beliau menjabat sebagai Menteri ESDM pada 2009–2011 di Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Darwin dikenal sebagai akademisi dan ekonom yang punya visi besar soal energi. Sayangnya, kepergiannya meninggalkan banyak kenangan dan pertanyaan soal warisan kebijakannya.
Menurut sumber dari Liputan6, Darwin aktif mendorong efisiensi di sektor energi selama masa jabatannya. Salah satu fokusnya adalah memperkuat infrastruktur energi untuk mendukung ekonomi rakyat. Meski begitu, beberapa kebijakannya juga menuai kritik, terutama soal pengelolaan sumber daya mineral yang dianggap kurang transparan oleh sebagian pihak.








