KAI Daop 9 Jember Tetap Jaga Pesona Stasiun Cagar Budaya di Era Modern

Ambang HL

November 10, 2025

3
Min Read
Stasiun Jember yang merupakan bangunan cagar budaya milik PT KAI Daop 9 (Foto: Ambang/Pelitaonline.co)
Stasiun Jember yang merupakan bangunan cagar budaya milik PT KAI Daop 9 (Foto: Ambang/Pelitaonline.co)

JEMBERPT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember terus memperkuat komitmennya dalam menjaga warisan sejarah perkeretaapian di wilayah timur Jawa. Tiga stasiun di wilayah Daop 9 Jember — Stasiun Probolinggo, Stasiun Jember, dan Stasiun Bondowoso — telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) karena memiliki nilai historis, arsitektur, dan sosial yang penting dalam perjalanan transportasi di Jawa Timur.

Ketiga stasiun ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda dengan ciri arsitektur khas Hindia Belanda yang masih terjaga keasliannya hingga kini.
KAI menerapkan prinsip konservasi adaptif, yakni mempertahankan bentuk dan karakter bangunan bersejarah sambil menyesuaikan fungsinya agar tetap dapat digunakan dan dinikmati oleh masyarakat.

“Ketiga stasiun ini bukan hanya fasilitas transportasi, tetapi juga simbol sejarah yang mencerminkan perjalanan panjang perkeretaapian di Jawa Timur. KAI berkomitmen menjaga kelestarian bangunan-bangunan ini sambil terus meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan,”
ujar Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Senin (10/11/2025).

Baca Juga :  Lapak PKL di Alun-alun Jember Ditertibkan, Satpol PP Minta Pedagang Dukung Pariwisata dan Ekraf

Salah satu bangunan bersejarah yang kini menjadi ikon heritage Daop 9 adalah Stasiun Bondowoso.
Stasiun ini resmi berhenti beroperasi pada tahun 2004, setelah jalur kereta Kalisat–Panarukan dinonaktifkan.
Bangunan tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi Museum Kereta Api Bondowoso, yang diresmikan pada 17 Agustus 2016.

Museum ini tidak hanya menampilkan koleksi peninggalan perkeretaapian, tetapi juga menjadi pengingat peristiwa bersejarah “Tragedi Gerbong Maut” yang terjadi pada 1947.
Kini, museum ini menjadi salah satu destinasi edukatif dan wisata sejarah unggulan di wilayah Tapal Kuda.

Selain pelestarian bangunan cagar budaya, KAI Daop 9 juga tengah melakukan penataan kawasan Stasiun Jember sebagai bagian dari upaya menghadirkan wajah baru stasiun yang lebih nyaman, elegan, dan tetap berkarakter sejarah.
Penataan meliputi perbaikan tata ruang dan sirkulasi penumpang, penataan taman dan area publik, serta modernisasi fasilitas pelayanan. Penataan kawasan ini dilakukan secara bertahap yang sudah dimulai pada bulan Oktober ini hingga ditargetkan selesa pada awal Tahun 2027.

Baca Juga :  Polres Jember Sterilisasi Gereja Jelang Perayaan Natal, Libatkan Anjing Pelacak

Konsep yang diusung adalah “stasiun heritage yang hidup”, yang menggabungkan nilai sejarah dengan sentuhan modern.
Dengan penataan ini, Stasiun Jember diharapkan menjadi ikon heritage perkeretaapian modern di wilayah timur Jawa sekaligus mendukung potensi wisata sejarah dan ekonomi lokal.

“Kami ingin menghadirkan stasiun yang tidak hanya fungsional, tetapi juga punya nilai estetika dan kebanggaan sejarah bagi masyarakat. Nilai heritage ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna jasa dan wisatawan,”
tambah Cahyo.

KAI membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas heritage, dan akademisi untuk memperkuat edukasi publik mengenai pentingnya pelestarian bangunan bersejarah.
Langkah ini diharapkan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan arsitektur dan sejarah perkeretaapian Indonesia.

Baca Juga :  Agen Sembako Mandiri Digeruduk Warga Ada Apa?

Melalui pelestarian dan penataan kawasan ini, KAI berupaya menghadirkan layanan transportasi yang modern namun berakar pada sejarah, sebagai wujud nyata dukungan terhadap pelestarian warisan budaya bangsa dan pengembangan wisata sejarah di Jawa Timur bagian timur.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×