JEMBER – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memperkuat langkah mitigasi cuaca ekstrem untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Vice Precident PT KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menyampaikan bahwa masa Angkutan Nataru telah resmi dimulai melalui apel gelar pasukan untuk kesiapan yang dilaksanakan di Lapangan Kantor PT KAI Daop 9, Kecamatan Patrang, Jember pada Kamis pagi.
“Hari ini kita melaksanakan apel, menandai bahwa Posko Nataru atau masa Angkutan Nataru sudah dimulai, terhitung dari tanggal 18 Desember sampai dengan 5 Januari 2020,” kata Hengky pada awak media, Kamis (18/12/2025).
Hengky menjelaskan, KAI Daop 9 Jember telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari sarana, prasarana, hingga sumber daya manusia, guna menghadapi potensi lonjakan penumpang dan aspek keselamatan perjalanan kereta api saat cuaca ekstrem.
“Persiapan seluruhnya sudah kami siapkan, baik dari aspek sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia. Semuanya telah kami siapkan. Kami juga telah memitigasi seluruh SDM kami, bagaimana kita tetap bisa menjaga keselamatan perjalanan kereta api ditengah cuaca yang tidak menentu,” ujarnya.
Hengky menyebut bahwa ramp check bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian juga telah dilakukan, termasuk peninjauan lanjutan mitigasi cuaca ekstrem berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Salah satunya adalah kami melakukan kerja sama melalui nota kesepahaman (MOU) dengan BMKG sehingga kami mendapatkan informasi cuaca secara real time,” jelasnya.
Selain itu, kata Hengky melanjutkan, KAI Daop 9 Jember melakukan penambahan personel serta rekayasa teknik berupa pengangkatan dan pembangunan jembatan di titik-titik rawan banjir.
“Kami juga melakukan rekayasa teknik, seperti pengangkatan jembatan pada titik-titik yang sering mengalami banjir,” bebernya.
Dari sisi keselamatan perjalanan, KAI Daop 9 Jember menambah lebih dari 200 petugas penjaga perlintasan sebidang yang sebelumnya tidak terjaga selama masa Angkutan Nataru.
“Harapannya, kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang tidak terjadi selama masa Angkutan Nataru,” ujar Hengky.
Hengky mengungkapkan, wilayah rawan seperti jalur KA di Kraton, Bangil, Kabupaten Pasuruan telah dimitigasi dengan pembangunan dan peninggian jembatan serta pembersihan drainase sepanjang jalur.
“Kami juga melakukan pengangkatan jembatan yang sebelumnya terendam air saat muka air banjir meningkat, sehingga aliran air dapat mengalir dengan lebih mudah,” ungkapnya.
Selain persoalan cuaca ekstrem dan lokasi titik rawan, PT KAI Daop 9 Jember juga menyiapkan diskon tiket kereta api untuk mengakomodir masyarakat di wilayah Pasuruan, Jember hingga Banyuwangi.
Ia menyebut, diskon tiket yang diberikan sebesar 30 persen dan hanya berlaku untuk kereta ekonomi komersial (non-subsidi).
“Kami juga mengajak masyarakat memanfaatkan program diskon 30 persen kereta api ekonomi komersial selama Nataru, yang mana ada pada KA Ijen Ekspres, Blambangan Ekspres dan Logawa dengan penjualan tiket yang telah dibuka untuk keberangkatan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026,” pungkasnya.








