Mengapa Thailand dan Kamboja Perang Lagi? Ini Penyebab Perang Thailand Kamboja

Ricky R

July 25, 2025

5
Min Read
Ini Penyebab Perang Thailand Kamboja

Eskalasi Militer dan Diplomatik

Penyebab perang Thailand Kamboja tak hanya soal ranjau atau tembakan. Ketegangan meningkat karena tindakan militer dan diplomatik yang saling memprovokasi. Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk serangan udara, menghancurkan target militer Kamboja. Kamboja membalas dengan roket BM-21 dan artileri berat, bahkan menyerang wilayah sipil Thailand, termasuk sebuah rumah sakit di Provinsi Surin.

Secara diplomatik, hubungan kedua negara memburuk. Thailand menarik duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok. Kamboja memutus hubungan diplomatik dan melarang impor barang Thailand, seperti buah dan sayuran, serta memblokir layanan internet dan listrik dari Thailand. Tindakan ini memperparah krisis, membuat perdamaian sulit dicapai.

Baca Juga :  Ramadan 2022 , Meotel Jember Buka Bersama Karyawan dan Warga Sekitar

Faktor Politik Dalam Negeri

Penyebab perang Thailand Kamboja juga dipengaruhi dinamika politik internal. Di Thailand, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra diskors pada Juli 2025 setelah rekaman percakapannya dengan Hun Sen, mantan PM Kamboja, bocor.

Dalam rekaman itu, Paetongtarn terdengar mengkritik militer Thailand, memicu kemarahan publik dan tuduhan ia terlalu lunak terhadap Kamboja. Skandal ini melemahkan pemerintahannya, membuat Thailand sulit mundur dari konfrontasi tanpa terlihat lemah.

Di Kamboja, Hun Sen, kini Presiden Senat, diduga memanfaatkan konflik untuk memperkuat citra nasionalisnya. Putranya, PM Hun Manet, meski menyatakan ingin damai, terpaksa mengambil sikap tegas untuk menjaga kedaulatan. Ketidakstabilan politik di kedua negara membuat diplomasi sulit berkembang.

Baca Juga :  Mengenal Soemitro Djojohadikusumo, Ayah dari Prabowo yang Berpengaruh Besar

Sentimen Nasionalisme dan Warisan Budaya

Penyebab perang Thailand Kamboja tak lepas dari sentimen nasionalisme. Kuil Preah Vihear dan Ta Muen Thom bukan sekadar wilayah, tapi simbol budaya. Kamboja melihat kuil-kuil ini sebagai warisan Khmer, sementara Thailand merasa punya hak historis. Pada 2003, kerusuhan di Phnom Penh dipicu klaim seorang selebritas Thailand bahwa Angkor Wat milik Thailand, menunjukkan betapa sensitifnya isu ini.

Pada Februari 2025, sekelompok warga Kamboja menyanyikan lagu kebangsaan di Ta Muen Thom, memicu reaksi keras dari Thailand. Aksi simbolik semacam ini sering memanaskan situasi, karena kedua pihak merasa kedaulatan mereka terancam.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×