ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 18 Juni 2025. Siapa yang tak kenal Prabowo Subianto, Presiden Indonesia ke-8 yang baru dilantik pada Oktober 2024? Namun, di balik sosoknya yang penuh karisma, ada figur penting yang membentuk perjalanan hidupnya: ayah dari Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo.
Ekonom ulung, pejabat negara, dan intelektual, Soemitro bukan sekadar ayah, tapi juga inspirator besar bagi Prabowo. Artikel ini akan mengupas peran Soemitro dalam hidup Prabowo, pengaruhnya di Indonesia, dan warisan yang masih relevan hingga kini. Yuk, simak ceritanya!
Perjalanan Hidup Soemitro, Ayah dari Prabowo
Soemitro Djojohadikusumo lahir pada 29 Mei 1917 di Gombong, Kebumen. Ia anak dari Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) dan tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan. Soemitro menempuh pendidikan ekonomi di Belanda, tepatnya di Nederlandsche Economische Hogeschool, Rotterdam. Keren, kan? Ia lulus pada 1943 di tengah gejolak Perang Dunia II. Kembali ke Indonesia, ia aktif mengajar di Universitas Indonesia dan terlibat dalam pemerintahan.
Pada era Sukarno, Soemitro menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Menteri Keuangan. Namun, perbedaan pandangan dengan Sukarno membuatnya mengasingkan diri ke luar negeri pada 1960-an. Bersama keluarga, termasuk Prabowo kecil, ia tinggal di Swiss, Singapura, hingga Inggris. Pengalaman ini membentuk karakter kosmopolitan Prabowo. Kerennya lagi, Soemitro tetap produktif menulis buku dan artikel ekonomi selama pengasingan. Ia kembali ke Indonesia pada era Soeharto dan menjadi Menteri Riset dan Teknologi.
Pengaruh Soemitro sebagai Ayah dari Prabowo
Soemitro bukan cuma tokoh publik, tapi juga ayah yang tegas dan visioner. Ia menanamkan disiplin dan semangat nasionalisme pada anak-anaknya. Menurut X post dari @AskPerplexity (14 Juni 2025), Dora Marie Sigar, ibu Prabowo, lebih dominan dalam urusan rumah tangga, sementara Soemitro sibuk sebagai pejabat.
Meski jarang di rumah, Soemitro memberi teladan lewat kerja keras dan intelektualitasnya. Ia mendorong Prabowo masuk akademi militer, yang akhirnya membawa Prabowo ke karier gemilang di TNI.
- Nilai disiplin: Soemitro menamakan Prabowo setelah adiknya yang gugur melawan Jepang, mengajarkan arti pengorbanan.
- Pandangan global: Pengasingan keluarga membuka wawasan Prabowo soal dunia internasional.
- Semangat intelektual: Soemitro sering berdiskusi ekonomi dengan anak-anaknya, menanamkan pola pikir kritis.








