Grebeg Suro Ponorogo: Pesta Rakyat yang Memikat Dunia

Ricky R

June 14, 2025

5
Min Read
Grebeg Suro Ponorogo, Reog Ponorogo, Festival Budaya, 1 Suro, Ponorogo 2025, Tradisi Jawa, Pariwisata Ponorogo, Warisan Budaya

Rangkaian Acara Grebeg Suro Ponorogo 2025

Grebeg Suro Ponorogo 2025 menawarkan agenda yang lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski anggaran dari APBD hanya Rp480 juta, Bupati Sugiri Sancoko menjamin kualitas acara tetap terjaga berkat kerja sama dengan sponsor dan event organizer. Acara ini masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, menarik perhatian wisatawan domestik hingga internasional. Berikut beberapa agenda unggulan yang wajib kamu tahu:

  • Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP): Digelar pada 22-25 Juni 2025 di Alun-alun Ponorogo, festival ini menampilkan puluhan grup Reog dari seluruh Indonesia. Peserta memperebutkan Piala Presiden dengan atraksi memukau, seperti tarian Singo Barong dan Bujang Ganong.
  • Kirab Pusaka dan Larungan Sesaji: Ritual ini diadakan pada 26 Juni 2025, mengarak pusaka seperti Pecut Samandiman dari Kota Lama ke Kota Tengah, diakhiri dengan larungan di Telaga Ngebel. Acara ini penuh makna spiritual.
  • Laku Tirakatan: Pada malam 1 Suro, ribuan warga berjalan kaki dari empat titik (Babadan, Pulung, Balong, Kauman) menuju Alun-alun Ponorogo. Tradisi ini jadi ajang introspeksi diri.
  • Pameran Bonsai dan Lomba Burung Berkicau: Digelar pada 18-22 Juni 2025, acara ini menarik pecinta bonsai dan burung untuk memamerkan koleksi terbaik mereka.
Baca Juga :  Ketua DPRD Jember Tepis Kritikan Pakar Kebijakan Publik UNEJ

Selain itu, ada pula Karnaval Keroncong, Kejuaraan Bola Basket 3×3, hingga Grebeg Suro Adventure Offroad. Semua agenda ini dirancang untuk memanjakan pengunjung sekaligus melestarikan budaya lokal.

Reog Ponorogo: Jantung Grebeg Suro

Tak lengkap rasanya membahas Grebeg Suro Ponorogo tanpa menyebut Reog. Kesenian ini jadi ikon budaya Ponorogo yang mendunia. Dengan tokoh seperti Singo Barong, Klana Sewandana, Bujang Ganong, dan Warok, Reog menyampaikan pesan spiritual dan keberanian. Pada 2023, Reog Brawijaya dari Universitas Brawijaya bahkan tampil di Bangkok, Thailand, membuktikan daya tariknya di kancah internasional.

Menteri Pariwisata Sandiaga Uno menilai Grebeg Suro berpotensi jadi festival internasional. Ia bertemu peneliti dari Polandia, Inggris, dan Australia yang terpikat dengan Reog. Tak heran, Reog kini masuk daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) UNESCO untuk disidangkan pada 2024. Dengan promosi ini, Ponorogo berharap menarik lebih banyak wisatawan global.

Baca Juga :  Keunikan Alat Musik dari Kalimantan Tengah dan Perannya di Upacara Adat
Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×