Diam Saat Berdiskusi Ekowisata Hutan Mangrove, Kades Sumberejo Terkesan Tak Siap

Ricky R

March 6, 2022

2
Min Read
Kades Sumberejo Riono Hadi (Baju Merah dan bertopi hitam) hanya diam saat diskusi Eko wisata Hutan Mangrove Payangan (foto: Nawawi)

JEMBER, Pelitaonline.co –  Bukan saja pertemuan, acara yang digelar SAJ dan WSA di rumah makan Anugrah Pantai Payangan juga menyelipkan diskusi Ekowisata Hutan Mangrove.

Diskusi tersebut dipandu oleh Melisa Rabbani mahasiswa Universitas Jember (Unej) yang  sedang melakukan Magang di desa Sumberrejo Kecamatan Ambulu.

Namun sayangnya, selama diskusi Kepala Desa Sumberejo Riono Hadi, memilih untuk diam dan tidak memberikan pendapat apapun, terkesan tidak siap untuk berdialog tentang Ekowisata berbasis konservasi.

“Karena disini kami diundang sebatas sebagai kepala desa, kemudian ada diskusi semacam ini yang tidak kami ketahui sebelumnya,” ujar Kades Sumberejo Riono Hadi

Menurutnya, saat kegiatan berlangsung, tiba-tiba ada diskusi Ekowisata, yang narasumbernya seorang mahasiswa dari Universitas Jember.

Baca Juga :  Pemerintah Situbondo Mengajukan Pinjaman Dana PEN Pilihan Tepat

“Ya saya berterima kasih telah memberikan idenya, tentunya kami sebagai pemerintah Desa menyerahkan semua pada masyarakat, sebagai pelaku wisata yang ada di Payangan,” tambah Riono

Sementara ini, Rino mengaku belum memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang pengembangan Wisata, sebab masih tahap mempelajari penyusunannya.

“Kami masih mempelajari, soalnya ini sudah lama dikelola oleh masyarakat Payangan,” terangnya

Koordinator SAJ Suparto memaparkan bahwa diskusi tentang Ecowisata ini sebenarnya untuk mengajak masyarakat  dan pemerintah, supaya sadar pariwisata, mengingat Payangan masih banyak yang memiliki nilai jual.

“Kalau tidak ada campur tangan dari pemerintah untuk melibatkan masyarakat secara langsung, akan terjadi pro dan kontra,” katanya

Sebenarnya dengan diskusi ini, Suparto ingin pemerintah bisa melek, bahwa banyak anak muda yang peduli terhadap sektor wisata, khususnya Pantai Payangan.

Baca Juga :  Google Ngerayain Hari Kuantum Sedunia: Apasih Itu & Kenapa Penting Banget?

“Ternyata banyak pemuda yang masih peduli terhadap, keberadaan wisata,”jelasnya

Sementara itu, Melisa Rabbani Mahasiswa Magang dari Universitas Jember menjelaskan  bahwa diskusi ini untuk meningkatkan motivasi masyarakat, supaya tertarik dalam pengelolaan Ekowisata hutan mangrove yang ada di Payangan.

“Karena kalau tidak ada Mangrove, maka abrasi Pantai nanti tidak bisa dihindari, apalagi Ekowisatanya berbasis konservasi, untuk menciptakan lingkungan yang lebih Sustainable, dan ideal.” Tandasnya. (Awi/Yud)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×