Cloudflare Berhasil Tangkis Serangan DDoS Terbesar di Dunia, 7,3 Tbps Hantam Penyedia Hosting

Cak Ulil

June 22, 2025

2
Min Read
Cloudflare Berhasil Tangkis Serangan DDoS Terbesar di Dunia, 7,3 Tbps Hantam Penyedia Hosting
Cloudflare Berhasil Tangkis Serangan DDoS Terbesar di Dunia, 7,3 Tbps Hantam Penyedia Hosting

TEKNOLOGIJAKARTA, 22 Juni 2025. Cloudflare, perusahaan keamanan siber global, baru saja mencatat sejarah dengan memblokir serangan DDoS (Distributed Denial-of-Service) terbesar yang pernah terjadi. Pada pertengahan Mei 2025, sebuah serangan masif dengan puncak 7,3 terabit per detik (Tbps) menargetkan salah satu penyedia layanan hosting yang menggunakan perlindungan Magic Transit dari Cloudflare.

Serangan berdurasi 45 detik ini berhasil mengirimkan data sebesar 37,4 terabyte—setara dengan streaming lebih dari 9.300 film HD penuh atau mengunduh jutaan foto resolusi tinggi dalam waktu kurang dari satu menit. Volume data yang sangat besar ini didistribusikan ke rata-rata 21.925 port tujuan dalam satu alamat IP, bahkan sempat mencapai puncak 34.517 port per detik.

Baca Juga :  Link Live Streaming Beterbiev Vs Bivol

Cloudflare mengungkapkan bahwa lebih dari 99% serangan menggunakan teknik UDP flood, sementara sisanya memanfaatkan berbagai metode amplifikasi seperti QOTD reflection, Echo reflection, NTP reflection, Mirai UDP flood, Portmap flood, dan RIPv1 amplification. Serangan ini berasal dari lebih dari 122.000 alamat IP di 161 negara, dengan kontribusi terbesar dari Brasil, Vietnam, Taiwan, China, Indonesia, dan Ukraina.

Keberhasilan Cloudflare dalam menahan serangan ini berkat teknologi Magic Transit, yang mampu menyaring dan memblokir lalu lintas berbahaya secara real-time di jaringan edge tanpa menambah latensi. Magic Transit bekerja dengan mengumumkan prefix IP pelanggan melalui BGP, melakukan inspeksi lalu lintas otomatis, dan mengirimkan data yang sudah dibersihkan melalui tunnel GRE atau IPsec ke infrastruktur pelanggan. Sistem ini dirancang untuk melindungi perusahaan, penyedia SaaS, institusi keuangan, hingga platform e-commerce dan gaming dari serangan siber skala besar.

Baca Juga :  Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP Jember Dilaporkan LBH Bolo Saif ke Polisi, Ada Apa ?

Serangan ini menjadi peringatan bagi seluruh pelaku industri digital akan pentingnya perlindungan DDoS yang andal dan responsif terhadap ancaman yang terus berkembang. Cloudflare juga mengajak organisasi lain untuk memanfaatkan DDoS Botnet Threat Feed guna memblokir IP berbahaya sebelum serangan terjadi.

Informasi ini telah diverifikasi dari berbagai media kredibel seperti SecurityWeek, The Hacker News, BleepingComputer, dan blog resmi Cloudflare. (UA/Red)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×