Budaya dan Kearifan Lokal Prinsip Dasar Sistem Tata Pengelolaan Pariwisata

Ricky R

August 25, 2023

2
Min Read
Hari Putri Lestari Anggota DPRD Jatim Fraksi PDI Perjuangan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Workshop di Hotel Aston (foto : Yudi Pelitaonline.co)

JEMBER, Pelitaonline.co – Pariwisata yang dikelola berbasis kearifan lokal merupakan kekuatan, sekaligus kekayaan dan salah satu strategi untuk melestarikan budaya serta cara hidup masyarakat.

Artinya, kearifan lokal bisa dikatakan menjadi prinsip dasar dalam sistem tata pengelolaan pariwisata dari beberapa syarat pendukung yang lainnya. Terutama, Pariwisata di Kabupaten Jember

Hal itu dikatakan Hari Putri Lestari DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan dalam acara Workshop “Pelestarian Budaya dan Kearifan Lokal Dalam Peningkatan Potensi Sektor Pariwisata” di Hotel Aston, Jum’at (25/8/2023).

“Tempat pariwisatanya bagus, tapi kalau tidak didukung oleh budaya atau tidak adanya support pada budaya dari pemerintah daerah, maka akan tenggelam,” ujarnya.

Baca Juga :  Terbukti Korupsi, Bupati Jember Resmi Pecat Bagus Wantoro

Oleh karena itu, Hari Putri Lestari meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jember, supaya memberi kesempatan para budayawan untuk menampilkan seni di tempat pariwisata dan hotel.

“Agar budaya peninggalan nenek moyang kita tidak bubar,” kata anggota parlemen yang biasa dengan sebutan HPL ini.

Bambang Rudianto Kadis Pariwisata Jember (foto: Yudi Pelitaonline.co)

Terkait hal itu, Kadis Pariwisata Bambang Rudianto mengatakan, pihaknya akan segera mengambil langkah yang signifikan seperti akan segera mengundang para praktisi budaya untuk menyamakan persepsi.

“Bagaimana langkah yang akan diambil, kita mengharapkan bisa bersinergi. Tidak kalah pentingnya, sekarang kan era digitalisasi, nah bagaimana nilai nilai tradisional bisa dikemas dan diselaraskan dengan diera digital,” Tandasnya.

Baca Juga :  Gelar Safari Ramadan, PTPN X Kebun Ajong, Santuni Puluhan Anak Yatim dan Piatu

Diketahui, kegiatan Workshop yang digelar kurang lebih selama 4 jam dimulai pukul 13.00 siang hingga 17.00 sore, dihadiri oleh sekitar 125 praktisi budaya dan beberapa akademisi. (Yud)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×