DJKA Uji Ketangguhan Jembatan KA di Banyuwangi Pakai Lokomotif Hidrolik CC300

Ambang HL

May 21, 2026

3
Min Read
Uji Beban Jembatan di BH 275 Banyuwangi, Gunakan Lokomotif Diesel Hidrolik CC300 (Foto: Ambang/Pelitaonline.co)
Uji Beban Jembatan di BH 275 Banyuwangi, Gunakan Lokomotif Diesel Hidrolik CC300 (Foto: Ambang/Pelitaonline.co)

BANYUWANGIDirektorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melaksanakan uji fungsi Jembatan Kereta Api BH (Bangunan Hikmat) bernomor 275 di petak Temuguruh–Singojuruh, Banyuwangi, Rabu (20/5) kemarin.

Pengujian dilakukan untuk memastikan keamanan dan kekuatan struktur jembatan baru sebelum nantinya diserahterimakan kepada operator.

Uji fungsi tersebut dilaksanakan oleh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya bersama Balai Pengujian Perkeretaapian Bekasi dengan menggunakan lokomotif jenis Diesel Hidrolik (DH) CC300 milik Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Jatim 2 BTP Kelas I Surabaya, Lurianto Lukito, mengatakan pengujian dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari rangkaian pembangunan jembatan BH 275 yang telah selesai dibangun pada Februari 2025 lalu menggantikan jembatan lama peninggalan Staatsspoorwegen (SS) yang telah berusia lebih dari 100 tahun.

“Dalam hal ini kami dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo, dan Balai Pengujian Perkeretaapian Bekasi sedang mengadakan pengujian untuk uji fungsi ataupun pengujian fisik jembatan dengan pembebanan lokomotif CC300,” ujar Lurianto, Rabu (20/05/2026) siang.

Baca Juga :  Tiga KA Ekonomi PSO jadi Favorit Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 9 Jember Catat Capaian Positif

Ia menjelaskan, pelaksanaan pengujian dilakukan langsung oleh tim Balai Pengujian Perkeretaapian Bekasi yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Pengujiannya dilakukan oleh teman-teman dari Balai Pengujian Bekasi yang di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan,” katanya.

Menurut Lurianto, penggunaan lokomotif CC300 dipilih karena dinilai paling sesuai untuk pengujian pembebanan struktur jembatan. Lokomotif tersebut merupakan jenis hidrolis yang selama ini memang kerap digunakan dalam kegiatan pengujian.

“Loko ini lokomotif hidrolis, memang kalau untuk pembebanan sering dilakukan menggunakan lokomotif jenis ini,” ungkapnya.

Selain digunakan untuk pengujian, lanjut Lurianto, lokomotif CC300 juga kerap difungsikan sebagai lokomotif pertolongan ketika terjadi gangguan perjalanan kereta api, termasuk saat kondisi banjir.

“Loko ini sendiri sering dipakai juga untuk loko pertolongan, kalau misalnya banjir menggunakan loko CC300 ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejari Jember Mendukung BPN Targetkan 94 Ribu PTSL Selesai 2021

Dalam pengujian tersebut, dua unit lokomotif CC300 bernomor CC3001201 dan CC3001203 dengan total berat lebih dari 150 ton dijalankan di atas jembatan guna mengukur tingkat kelendutan dan kekuatan struktur rangka baja jembatan secara maksimal.

Lurianto menuturkan, DJKA memilih menggunakan lokomotif milik sendiri karena pengujian dilakukan secara internal oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan sarana yang dibutuhkan juga tersedia.

“Karena pengujiannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan kita punya sarana sendiri, kita menggunakan sarana milik negara yang dalam hal ini punya sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum memasuki tahap uji fungsi, jembatan BH 275 juga telah melalui tahapan pengujian lain berupa uji rancang bangun dokumen serta uji fisik yang dilaksanakan pada 2025 dan seluruhnya telah dinyatakan lolos.

“Kalau uji fisiknya sudah dilakukan di tahun 2025 kemarin. Jadi begitu selesai kami ada uji rancang bangun dokumen, langsung kami lakukan dan itu sudah Alhamdulillah lolos. Uji fisik jembatan itu di luar pembangunan juga sudah lolos,” jelasnya.

Baca Juga :  Peduli, LSK Bagikan Sembako Pada Warga Kurang Mampu di PPKM Darurat

Saat ini, hasil uji fungsi masih dalam tahap evaluasi oleh tim penguji. Meski demikian, pihaknya berharap seluruh tahapan pengujian dapat memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasi.

“Kalau yang uji fungsi ini belum ada hasil, belum keluar hasilnya. Mudah-mudahan lulus juga,” pungkas Lurianto.

Sementara itu, Kepala BTP Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan dan pengujian infrastruktur perkeretaapian.

“Melalui uji fungsi tersebut diharapkan penumpang dapat merasa lebih aman dan nyaman saat melintas di jalur tersebut,” paparnya.

Denny juga menyebut jembatan BH 275 kini dibangun menggunakan struktur rangka baja baru yang lebih besar dan kuat dibandingkan jembatan sebelumnya sehingga diharapkan mampu tetap prima dan andal hingga lebih dari 60 tahun mendatang.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×