Tingkat Pengangguran Terbuka Di Jember Berhasil Ditekan Hingga Menyentuh Angka 3,07%

Lukman Hakim

May 7, 2026

3
Min Read

Pelitaonline.co, ​JEMBER – 07 Mei 2026
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mencatatkan tren positif dalam upaya memperluas lapangan kerja. Berdasarkan hasil rilis BPS pada Agustus 2025 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jember berhasil ditekan hingga menyentuh angka 3,07%.

Kepala Disnaker Jember Drs.Hadi Mulyono,MSi menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai strategi integratif yang dilakukan pemerintah daerah. Angka ini menunjukkan penurunan yang konsisten jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya pada tahun 2024 dan tingkat pengangguran terbuka di Jember lebih dari tingkat propinsi dan nasional.

Hal ini menandakan bahwa orang usia kerja dan angkatan kerja di kabupaten Jember lebih banyak mendapatkan peluang ​mendapatkan pekerjaan. Semakin turun pemganggurannya otomatis usia angkatan kerja sudah bekerja.

Baca Juga :  Gugatan Perdata 2 Triliyun Pada Bukopin, Legal Pasrah ke Hukum

Faktor Kunci Penurunan Pengangguran
​Penurunan angka pengangguran hingga 3,07% ini dipengaruhi oleh beberapa langkah strategis, di antaranya: Langkah Gus Bupati yang melakukan program pelayanan terbaik bagi masyarakat termasuk didalamnya dunia usaha. Salahsatu contoh kalau dulu perijinan satu pintu (PTSP) sekarang membuka pelayanan sampai ke bawah. Dalam dunia kerja pemkab Jember membuka P4MI yang ada di MPP sehingga aksesnya masyarakat untuk mendapatkan informasi kerja lebih mudah, bahkan kalau dulu ke Surabaya, Malang dan Banyuwangi sekarang cukup di P4MI Jember. Disamping itu pemerintah daerah juga hadir memberikan kesejahteran masyarakat seperti tenaga kerja tembakau dibantu melalui DBCHT melalui asuransi BPJS Ketenagakerjaan yang cukup besar dibanding kabupaten lain sekitar 40.000 yang dicover BPJS Ketenagakerjaan membuka ruang pekerja aman mendapatkan perlindungan sosial yang cukup, terang Hadi Mulyono.

Baca Juga :  Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Abdul Wahid Sebagai Kaur Umum dan TU Perangkat Desa Ajung Kecamatan Kalisat

​Menurut Kadisnaker Hadi Mulyono, Disnaker semakin intensif menggelar pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar industri saat ini. Selain itu optimalisasi pasar kerja luar Negeri seperti program pengiriman tenaga kerja profesional (PMI) ke negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan menjadi salah satu solusi jitu untuk menyerap angkatan kerja produktif.

Disnaker Jember juga melakukan kolaborasi dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan kebijakan insentif pajak, banyak perusahaan di Jember yang kini lebih memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.

​Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kreatif juga menjadi sektor informal dan wirausaha mandiri di Jember yang kian berkembang memberikan kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru di tingkat akar rumput.

Baca Juga :  Bupati Situbondo Berharap Sepuluh Plt Meningkatkan Pelayanan.

​Meskipun angka pengangguran terus menurun, Kadisnaker menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berpuas diri. Tantangan ke depan adalah memastikan bahwa kualitas pekerjaan yang tersedia tetap layak dan berkelanjutan.
​”Kami akan terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri (link and match), sehingga lulusan sekolah atau universitas di Jember memiliki skill yang relevan dan bisa langsung terserap kerja,” ujar Kadisnaker Hadi Mulyono.

​Dengan capaian 3,07% ini, Jember optimis dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan menjadi salah satu kabupaten dengan iklim ketenagakerjaan paling sehat di Jawa Timur. (LHK)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×