JEMBER — Lokakarya Seniman Pekarangan dalam rangkaian Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Rumah Budaya Nara Bestari mendapat perhatian wisatawan mancanegara. Pendekatan pembelajaran seni yang menggabungkan kreativitas dan kesadaran lingkungan dinilai relevan dengan isu global, khususnya pendidikan budaya berbasis ekologi.
Memasuki hari kedua kegiatan, peserta yang tergabung dalam Generasi Nara Bestari—mulai anak usia dini hingga remaja—mengikuti praktik pembelajaran lintas disiplin seni di area pekarangan Rumah Budaya Nara Bestari. Pekarangan dimaknai sebagai laboratorium budaya hidup yang menghubungkan seni, lingkungan, dan kehidupan sosial.
Materi lokakarya meliputi seni tari, teater, seni rupa, tata busana, musik tradisi, hingga digital art yang dikembangkan secara kolaboratif dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.
Penerima Manfaat Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan dan LPDP RI, Yuyun Handayani, menjelaskan pendekatan pembelajaran berbasis ekologi budaya menjadi strategi penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap tantangan global, termasuk perubahan iklim.
“Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar berkarya, tetapi juga memahami bahwa seni, lingkungan, dan kehidupan masyarakat merupakan satu kesatuan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini turut menarik perhatian wisatawan asal Jerman, Marcel, yang menyaksikan langsung proses pembelajaran serta berinteraksi dengan para peserta.
Menurut Marcel, pendekatan pendidikan yang memadukan seni dan kesadaran ekologis menjadi pengalaman yang menarik dan inspiratif.
“Anak-anak belajar seni sekaligus memahami alam dan lingkungan mereka. Pendekatan seperti ini sangat relevan dengan isu global saat ini,” katanya.
Kehadiran wisatawan internasional tersebut sekaligus membuka ruang dialog lintas budaya serta memperkuat praktik diplomasi budaya berbasis komunitas.
Lokakarya Seniman Pekarangan diikuti sekitar 60–70 peserta dari lingkungan sekitar Rumah Budaya Nara Bestari. Program ini dirancang sebagai ruang inkubator kreatif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan artistik sekaligus membangun kesadaran ekologis.
Hasil lokakarya dijadwalkan dipresentasikan kepada publik pada Juni hingga Juli 2026 melalui pameran karya, pertunjukan seni, serta panggung karnaval dunia yang berkolaborasi dengan Jember Fashion Carnaval.








