Pelitaonline.co, JEMBER – 22 Februari 2026.
Menteri pendidikan dasar dan menengah RI, Prof.Dr.Abdul Mu’ti,M.Ed didampingi oleh Gus Muhammad Fawait,SE.MSc Bupati Jember meresmikan 124 satuan pendidikan se Kabupaten Jember yang mendapatkan program revitalisasi sekolah tahun 2025 dipusatkan di halaman Satdik SMPN 1 Balung, Sabtu 21/02/2026.
M.Rokhim,M.Pd selaku Kepala SMP Negeri 1 Balung menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Jember. Program revitalisasi yang diresmikan di Kabupaten Jember mencakup 124 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMK. Dan, terbesar digelontorkan untuk SMP Negeri 1 Balung sebesar Rp4,2 miliar sebagai bentuk penguatan mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana satuan pendidikan,
Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, S.E. M.Sc menyampaikan refleksi mendalam mengenai kondisi pendidikan di Jember. Pada awal masa jabatannya, data menunjukkan terdapat 1.532 gedung sekolah dengan kondisi rusak berat di Kabupaten Jember. Jumlah tersebut belum termasuk kategori rusak ringan dan sedang.

Kondisi ini menurutnya, menjadi pekerjaan rumah besar yang tidak mungkin diselesaikan hanya dengan mengandalkan APBD. Karena itu kami datang ke Jakarta, menyampaikan kondisi sebenarnya. Kami benahi data Dapodik agar apa adanya, jika rusak dilaporkan rusak. Jika tidak memiliki fasilitas, jangan dipaksakan. Kejujuran data menjadi kunci,” ungkap Gus Fawait.

Langkah pembenahan data tersebut berbuah hasil. Pada tahun 2025, Kabupaten Jember memperoleh alokasi revitalisasi terbesar dalam sejarahnya, dengan 124 sekolah mendapatkan bantuan perbaikan. Hal ini disebut sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi riil pendidikan di daerah, terang Gus Fawait.
Pemerintah Kabupaten Jember pada tahun 2026 kembali mengajukan lebih dari 300 sekolah yang masih dalam kategori rusak berat agar dapat masuk dalam program revitalisasi lanjutan. Bupati Jember menyampaikan harapan melalui bapak Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang hadir di Jember agar memberikan dukungan bantuan pemerintah pusat terus mengalir demi percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan. Revitalisasi sekolah menjadi fondasi penting agar anak-anak Jember tumbuh dalam lingkungan belajar yang layak, aman, dan bermartabat, terang Gus Fawait.

Sementara itu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof.Dr.Abdul Mu’ti,M.Ed dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Bupati Jember beserta jajaran atas dukungannya sehingga program revitalisasi sekolah di Jember terlaksana dengan sukses selesai 100%. Secara nasional anggaran revitalisasi sebesar 16,9 Trilyun sudah selesai 100% untuk 16.167 satuan pendidikan diseluruh Indonesia menjadi sarana pembelajaran yang berkualitas.
Selain itu Kemendikdasmen tahun ini sudah mendistribusikan 286.680 IFP (Interaktive Flat Panel) tiap sekolah 1 IFP. Bantuan IFP ini adalah paket for in one yaitu IFP-nya, pelatihan gurunya, hardish dan laptopnya. Ini merupakan bukti komitmen bapak Presiden RI untuk mewujudkan asta cita yang keempat yaitu membangun sumberdaya manusia yang unggul, berkualitas menuju Indonesia emas 2045.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti berusaha meningkatkan kualitas dan kualifikasi guru pada tahun 2025 yaitu memberikan bantuan kepada guru yang belum D4 atau S1 dengan sistem RPL (Recognisi pembelajaran lampau) untuk 12.500 guru seluruh Indonesia. Selain itu juga ada pelatihan PPG untuk 808.850 guru dan akan terus ditingkatkan sebagai bagian komitmen kami “Pembelajaran bermutu pendidikan bermutu untuk semua terwujud dengan sarana prasarana yang memenuhi persyaratan dan guru yang memiliki kualitas serta kualifikasi akademik”.
Untuk tahun 2026 anggaran revitasasi yang aman di APBN sebesar 14 Trilyun sekian. Sekarang sudah dalam proses verfal yang nantinya dialokasikan untuk 11.470-an satuan pendidikan. Tetapi ada arahan bapak Presiden pada saat peringatan hari guru tahun 2025 bahwa revitalisasi akan ditambah 60.000 satuan pendidikan. Apabila pengajuan anggaran tambahan disetujui DPR-RI maka pada tahun 2026 pemerintah menargetkan revitalisasi lebih dari 71.000 diseluruh Indonesia. Untuk kualifikasi guru yang belum D4 atau S1 tahun 2026 sejumlah 150 ribu guru dengan beasiswa 3 juta per semester dan sekarang sudah dimulai pendaftarannya, terang Abdul Mu’ti. ( Lukman Hakim).








