BTP Surabaya Segera Bangun Ulang Terowongan Kereta Garahan dan Mrawan di Jember

Ambang HL

August 11, 2025

3
Min Read
Terowongan Kereta Api Mrawan, Jember (Foto: Ambang/Pelitaonline.co)
Terowongan Kereta Api Mrawan, Jember (Foto: Ambang/Pelitaonline.co)

JEMBER – Dua terowongan kereta api legendaris di Kabupaten Jember, yakni Terowongan Mrawan dan Garahan, yang telah beroperasi lebih dari satu abad, akan segera memiliki bangunan baru. Keduanya dibangun pada 1901 dan rampung pada 1902, sehingga kini usianya telah melampaui 120 tahun.

Humas BTP Kelas 1 Surabaya, Alfaviega Septian Pravangasta mengatakan, pembangunan terowongan baru ini merupakan bagian dari program peningkatan keselamatan perjalanan kereta api yang dilaksanakan oleh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Surabaya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Pria yang akrab disapa Vega itu menuturkan bahwa terowongan baru akan dibangun bersebelahan dengan terowongan lama.

“Terowongan Mrawan yang saat ini panjangnya 690 meter, dan Terowongan Garahan sepanjang 113 meter, akan memiliki jalur baru dengan desain yang lebih modern dan memenuhi standar keselamatan terbaru,” ujarnya, Senin (11/08/2025).

Baca Juga :  Bocah di Jember Dicabuli Pamannya Sendiri Selama Tiga Tahun

Menurut Vega, terowongan lama tetap akan dipertahankan untuk sementara selama pembangunan berlangsung, agar operasional perjalanan kereta api tidak terganggu. Pembangunan ini akan menggunakan metode rekayasa teknik terkini demi meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Terowongan yang sudah berusia ratusan tahun ini secara struktur sudah mulai mengalami penurunan kualitas. Meskipun masih aman digunakan, namun kebutuhan akan jalur baru yang lebih handal menjadi prioritas untuk mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan KA,” tegasnya.

Selain faktor keselamatan, pembangunan terowongan baru juga akan berdampak pada peningkatan kapasitas lintas. Saat ini, jalur di wilayah tersebut cukup menantang karena kontur yang berbukit, sehingga kecepatan kereta api terbatas.

Baca Juga :  Pasar Murah Polres Jember Bikin Driver Ojol Tersenyum Lega

“Dengan adanya terowongan baru, kecepatan kereta api dapat meningkat, waktu tempuh berkurang, dan efisiensi operasional menjadi lebih baik. Ini akan memberikan manfaat langsung bagi penumpang maupun sektor logistik,” kata Vega.

Pembangunan kedua terowongan tersebut akan dimulai pada 2025 dan ditargetkan selesai pada 2027. Proyek ini akan melibatkan kontraktor spesialis terowongan yang berpengalaman dalam konstruksi jalur kereta api di medan pegunungan.

“Proyek ini juga memperhatikan aspek keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar selama proses pembangunan. Kami akan melakukan sosialisasi berkala dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat agar kegiatan konstruksi berjalan lancar,” ungkapnya.

Terowongan Mrawan dan Garahan sendiri memiliki nilai historis yang tinggi dalam perkembangan perkeretaapian di Pulau Jawa. Dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda, keduanya menjadi jalur vital penghubung Banyuwangi dengan kota-kota besar di Jawa.

Baca Juga :  Klarifikasi Kadispendikbud Bondowoso : Mohon Maaf Sebesar-Besarnya

Walau nantinya terowongan baru akan menjadi jalur utama, BTP Surabaya berencana mengkaji pemanfaatan terowongan lama sebagai objek wisata heritage perkeretaapian.

“Potensinya cukup besar, mengingat banyak pecinta sejarah dan kereta api yang tertarik pada bangunan bersejarah seperti ini,” tutur Vega.

Selain pembangunan terowongan, kata Vega melanjutkan, proyek ini juga akan disertai perbaikan jalur rel, drainase, dan sistem persinyalan di sekitar lokasi. Hal ini untuk memastikan keseluruhan lintas semakin andal dan aman.

“Dengan pembangunan ini, kami berharap pelayanan kereta api di lintas Jember–Banyuwangi semakin baik, aman, dan tepat waktu. Ini adalah komitmen DJKA untuk terus meningkatkan layanan transportasi publik berbasis rel di Indonesia,” pungkasnya.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×