BERITA TERKINI – JAKARTA, 25 Juli 2025. Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memanas pada Juli 2025. Baku tembak pecah, jet tempur F-16 meluncur, dan korban jiwa berjatuhan. Apa sebenarnya penyebab perang Thailand Kamboja kali ini? Konflik ini bukan hal baru, tapi eskalasi terbaru menarik perhatian dunia. Mari kita ulas akar masalahnya berdasarkan data terkini.
Sejarah Panjang Sengketa Perbatasan
Penyebab perang Thailand Kamboja berakar dari sengketa wilayah yang berlangsung lebih dari seabad. Garis perbatasan sepanjang 817 kilometer antara kedua negara belum sepenuhnya jelas sejak era kolonial Prancis. Peta tahun 1907, yang digunakan Kamboja sebagai acuan, dianggap tidak akurat oleh Thailand. Akibatnya, wilayah seperti area sekitar Kuil Preah Vihear dan Ta Muen Thom jadi rebutan.
Pada 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan Kuil Preah Vihear milik Kamboja. Namun, Thailand tetap mengklaim tanah di sekitarnya. Ketegangan memuncak pada 2008 saat Kamboja mendaftarkan kuil ini sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, memicu protes keras dari Thailand. Bentrokan sporadis sejak itu telah menewaskan puluhan orang, termasuk warga sipil.
Pemicu Konflik Terbaru di 2025
Penyebab perang Thailand Kamboja di 2025 diawali insiden pada Mei lalu. Baku tembak singkat di wilayah sengketa Segitiga Zamrud menewaskan seorang tentara Kamboja. Kedua pihak saling tuding sebagai pemicu. Thailand mengklaim Kamboja memulai tembakan, sementara Kamboja menyebut Thailand melanggar perbatasan. Insiden ini memanaskan hubungan bilateral, yang terus memburuk hingga Juli.
Pada 23 Juli 2025, seorang tentara Thailand kehilangan kaki akibat ledakan ranjau darat di perbatasan. Thailand menuduh Kamboja sengaja menanam ranjau, tetapi Kamboja membantah. Mereka bilang ranjau itu sisa perang saudara puluhan tahun lalu. Keesokan harinya, baku tembak pecah di dekat Kuil Ta Muen Thom, menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk warga sipil.








