Banjir Bandang di Mokwa Nigeria 151 Jiwa Melayang, Ribuan Warga Mengungsi

Cak Ulil

June 1, 2025

5
Min Read
Warga Nigeria semakin terdampak banjir, seperti di Maiduguri, pada 12 September 2024. AFP - AUDU MARTE
Warga Nigeria semakin terdampak banjir, seperti di Maiduguri, pada 12 September 2024. AFP - AUDU MARTE

PERISTIWANigeria, 31 Mei 2025.Bencana banjir bandang yang menghantam kota pasar Mokwa di Negara Bagian Niger, Nigeria tengah, telah menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terparah tahun 2025. Dengan korban tewas mencapai 151 jiwa dan lebih dari 3.000 warga terpaksa mengungsi, peristiwa ini mengingatkan kita pada kerentanan Nigeria terhadap perubahan iklim dan dampak devastasi bencana alam yang semakin tak terduga.

Tragedi dimulai pada Rabu malam, 28 Mei 2025, ketika hujan deras mengguyur wilayah Mokwa secara terus-menerus hingga Kamis dini hari. Yang membuat situasi semakin mengerikan adalah intensitas curah hujan yang luar biasa tinggi, menyebabkan air bah mengalir deras dan menghanyutkan segala sesuatu di jalurnya. Ibrahim Audu Husseini, juru bicara Badan Manajemen Darurat Negara Bagian Niger (NSEMA), menjelaskan bahwa banjir datang “dari jarak jauh dan menghanyutkan orang-orang ke Sungai Niger”.

Kota Mokwa yang terletak sekitar 350 kilometer dari ibu kota Abuja ini merupakan pusat perdagangan strategis dimana pedagang dari selatan membeli hasil pertanian dari petani utara. Posisinya yang berada di tepi Sungai Niger membuatnya sangat rentan terhadap banjir, namun intensitas kali ini benar-benar di luar prediksi warga setempat. Seperti yang diungkapkan pemimpin komunitas Mokwa, Aliki Musa, “Airnya seperti air spiritual yang biasa datang tetapi musiman. Bisa datang sekarang dan akan butuh dua puluh tahun lagi sebelum datang lagi”.

Baca Juga :  RMI PCNU Jember Minta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Santriwati

Kondisi semakin diperparah dengan runtuhnya bendungan di kota terdekat, sebagaimana dilaporkan oleh pejabat pemerintah daerah. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan bencana yang tidak hanya menghancurkan properti, tetapi juga merenggut nyawa dalam jumlah yang sangat besar.

Dampak Kehancuran yang Menyeluruh Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur

Puing-puing rumah yang runtuh terlihat di komunitas Anguwar Hausawa Gangari, akibat banjir yang menewaskan 151 orang dan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka di Mokwa, Negara Bagian Niger, Nigeria, pada 31 Mei 2025. REUTERS - Stringer
Puing-puing rumah yang runtuh terlihat di komunitas Anguwar Hausawa Gangari, akibat banjir yang menewaskan 151 orang dan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka di Mokwa, Negara Bagian Niger, Nigeria, pada 31 Mei 2025. REUTERS – Stringer

Angka korban tewas terus bertambah seiring berjalannya operasi pencarian dan penyelamatan. Dari laporan awal 88 korban, angka tersebut melonjak drastis menjadi 111 pada Jumat, kemudian mencapai 151 jiwa pada Sabtu. Yang memprihatinkan, banyak korban adalah anak-anak, dan beberapa keluarga hampir punah seluruhnya. Farouk Mokwa, seorang warga yang kehilangan tokonya, menceritakan ada keluarga beranggotakan 12 orang dimana hanya satu yang selamat, dan keluarga lain dengan 9 anggota yang hanya dua yang bertahan hidup.

Kerusakan infrastruktur juga sangat masif. Sebanyak 265 rumah hancur total, sementara lebih dari 3.000 rumah terendam air. Dua jembatan strategis, termasuk Jembatan Maokwa yang merupakan penghubung vital, runtuh dan hanyut. Dua jalan utama juga tersapu banjir, melumpuhkan aktivitas ekonomi dan transportasi di wilayah tersebut.

Trauma yang dialami para penyintas sangat mendalam. Mohammed Tanko, seorang pegawai negeri berusia 29 tahun, kehilangan 15 anggota keluarga dari satu rumah saja. “Rumah hilang. Kami kehilangan segalanya,” ungkapnya dengan penuh kesedihan. Sementara Sabuwar Bala, penjual ubi berusia 50 tahun, menceritakan bagaimana dia hanya bisa menyelamatkan diri dengan pakaian dalam saja. “Saya bahkan tak bisa mengenali di mana rumah saya dulu berdiri karena kerusakan yang begitu parah,” katanya.

Baca Juga :  Kelistrikan Konslet, Mobil BMW Terbakar

Hassan Abdullahi, warga lain yang menjadi korban, kehilangan 9 anggota keluarganya termasuk ibunya yang sudah lanjut usia dan dua keponakannya yang berusia 4 dan 8 tahun. “Saya merasa sangat sedih. Betapa saya berharap dapat membawa mereka kembali hidup-hidup, tetapi tidak mungkin,” ungkapnya dengan hati hancur.

Operasi Pencarian dan Penyelamatan Tantangan Tim Penyelamat

Operasi pencarian dan penyelamatan menghadapi berbagai hambatan serius. Tim penyelamat membutuhkan alat berat seperti excavator untuk mengeluarkan jenazah yang terjebak di bawah reruntuhan. Situasi semakin sulit karena banyak korban yang terseret arus hingga ke hilir Sungai Niger, bahkan ditemukan jenazah hingga jarak 10 kilometer dari pusat bencana.

Presiden Bola Tinubu telah memerintahkan mobilisasi penuh pasukan keamanan dan tim tanggap darurat untuk membantu operasi penyelamatan. “Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung dengan bantuan dari pasukan keamanan Nigeria,” ungkap Tinubu dalam unggahan media sosialnya. Pemerintah juga segera mengirimkan bantuan logistik dan tempat penampungan sementara untuk para pengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NEMA) menggambarkan kejadian ini sebagai “banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Lembaga ini, bersama dengan Palang Merah Nigeria, relawan lokal, militer, dan polisi, semua terlibat dalam upaya tanggap darurat. Setidaknya 78 orang telah dirawat di rumah sakit akibat luka-luka, sementara 11 orang lainnya masih dalam perawatan medis.

Baca Juga :  Kampung Ramadhan Jogokariyan Jadi Destinasi Berburu Takjil!

Yang mengkhawatirkan, lebih dari 50 anak di sebuah sekolah Islam dilaporkan hilang. Anak-anak yang selamat bahkan terlihat bermain di genangan air banjir, meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air.

Konteks Perubahan Iklim dan Kerentanan Nigeria Pola Bencana Tahunan

Nigeria secara konsisten menghadapi bencana banjir setiap tahunnya, terutama selama musim hujan yang berlangsung dari April hingga Oktober. Tahun 2024 menjadi salah satu musim banjir terburuk dalam beberapa dekade, dengan lebih dari 1.200 orang tewas dan 1,2 juta orang mengungsi di setidaknya 31 dari 36 negara bagian. Kerugian ekonomi langsung mencapai sekitar $6,68 miliar, dengan 440.000 hektar lahan pertanian hancur.

Badan Meteorologi Nigeria telah memperingatkan kemungkinan banjir bandang di 15 dari 36 negara bagian, termasuk Negara Bagian Niger, antara Rabu hingga Jumat minggu lalu. Namun, intensitas banjir Mokwa tetap mengejutkan semua pihak karena skalanya yang luar biasa.

Para ahli menunjukkan bahwa banjir di Nigeria diperparah oleh beberapa faktor sistemik. Drainase yang tidak memadai, pembangunan rumah di jalur air, dan pembuangan sampah di saluran air menjadi masalah kronis. Ketua pemerintah daerah Mokwa, Jibril Muregi, menekankan bahwa infrastruktur yang buruk memperburuk dampak banjir dan mendesak pemerintah untuk memulai pembangunan saluran air yang “sudah terlambat” di bawah proyek ketahanan iklim.(UA/Red)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×