Tampil Seksi di Acara Pemilihan Gus-Ning Ciderai Kearifan Lokal “Kota Seribu Pesantren”

Ricky R

July 19, 2022

2
Min Read
salah satu Kontestan pertonton Paha di acara Pemilihan Gus-Ning Kabupaten Jember

JEMBER,Pelitaonline.co – Festival pemilihan Gus dan Ning yang diwarnai penampilan seksi seperti mempertontonkan Paha, banyak menuai cibiran dari tokoh masyarakat dan menjadi sorotan DPRD Kabupaten Jember.

Juru Bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mashuri Hariyanto menyayangkan masih adanya peserta yang berbusana kurang sesuai dengan norma kepantasan dan kearifan lokal Kabupaten Jember yang memamerkan paha dalam festival tersebut.

“Kepada Muhammad Dwi Ferdyanto dan Shafannisa Sabila Sulhi yang terpilih menjadi Gus dan Ning Jember 2022 setelah bersaing dengan 20 peserta orang  pada 18 Juli kemarin, kami ucapkan selamat,” ujarnya.

David Handoko Seto, menilai acara ceremonial tersebut telah menciderai banyak pihak dengan adanya fashion show dari paguyuban Gus Ning Jember. Karena, mempertontonkan pertunjukan yang tidak lazim di hadapan audien dengan berbagai latar belakang termasuk ada tokoh Kiai.

Baca Juga :  Relawan Tik Jember Raih Penghargaan: Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak

“Padahal Jember menyandang predikat sebagai kota seribu Pesantren,” Cetus Legislator dari Partai Nasdem ini

Oleh karena itu, David meminta  Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan teguran keras kepada Dinas Pariwisata dan Panitia pelaksana kegiatan, agar segera meminta maaf kepada masyarakat secara terbuka. Terlebih tidak lama lagi akan di gelar event Jember Fashion Carnaval (JFC).

‘Kami minta agar sebelum di laksanakan kegiatan tersebut di lakukan scraning kepada semua peserta agar tidak lagi menciderai Jember dan tidak boleh lepas dari norma norma budaya dan keagamaan yang ada,”jlntrehnya

Sebelumnya, Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengaku kecewa terhadap adanya penampilan tersebut, karena hal itu telah memalukan kota Santri yang memilik banyak pondok pesantren. “Sangat tidak layak untuk Jember, sebagai kota pesantren terbanyak di Jatim,” sebutnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Bondowoso Apresiasi Langkah Polres Gandeng Kyai

Ia berjanji akan segera  mengingatkan dinas terkait agar lebih hati-hati dalam menggelar acara, jangan sampai hal serupa terjadi lagi saat pagelaran JFC. “Insyaalloh bupati sudah mengambil langkah itu. Coba cek ke Dispar, karena biasanya laporan dinas langsung ke Bupati, Jangan sampai, kejadian tadi malam ditiru diajang JFC,” tegasnya. (Awi/Yud)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×