Mengenal Soemitro Djojohadikusumo, Ayah dari Prabowo yang Berpengaruh Besar

Ricky R

June 18, 2025

5
Min Read
Soemitro Djojohadikusumo, ayah dari Prabowo, Prabowo Subianto, ekonomi Indonesia, Program Benteng, nasionalisme, sejarah Indonesia, menteri keuangan, Ayah dari Prabowo

Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, pernah bilang bahwa kebijakan ekonomi Prabowo sebagai presiden terinspirasi dari teori sosialis ayahnya (Wikipedia, 6 Juni 2025). Program Benteng, yang dulu digagas Soemitro untuk memberdayakan pengusaha pribumi, kini dihidupkan kembali oleh Prabowo. Keren, ya, warisan ayah bisa hidup lagi di era digital!

Warisan Ekonomi Soemitro yang Masih Relevan

Soemitro dikenal sebagai ekonom berpandangan sosialis, tapi juga pragmatis. Ia percaya negara harus punya peran kuat dalam ekonomi, tapi tak menutup investasi asing. Pada 1950-an, ia mendorong Program Benteng untuk membantu pengusaha lokal bersaing dengan perusahaan asing. Sayangnya, program ini kurang sukses karena korupsi dan birokrasi. Namun, semangatnya tetap relevan, terutama di era Prabowo yang fokus pada hilirisasi dan ekonomi digital.

Baca Juga :  Mengenal Kegunaan Pengaduk Kaca untuk Minuman dan Bahan Kimia

Selain itu, Soemitro juga berperan besar dalam modernisasi pendidikan ekonomi di Indonesia. Ia mendirikan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan menulis buku-buku ekonomi yang jadi rujukan hingga kini. Banyak ekonom top Indonesia, seperti Widjojo Nitisastro, adalah muridnya. Keren banget, kan, pengaruh ayah dari Prabowo ini?

Tapi, tak semua pandangan ayah dari Prabowo diterima bulat-bulat. X post dari @KosongSatuMetal (8 Februari 2019) menyebut Soemitro membuka keran investasi asing dan utang negara, yang dianggap kontroversial. Meski begitu, langkah ini juga membantu Indonesia bangkit dari krisis ekonomi pasca-kemerdekaan. Jadi, pandangannya memang kompleks, tapi dampaknya besar.

Kontroversi dan Sisi Manusiawi Soemitro

Seperti tokoh besar lainnya, ayah dari Prabowo tak lepas dari kontroversi. Pada 1958, ia dikaitkan dengan pemberontakan PRRI karena ketidakpuasannya dengan Sukarno. X post dari @Strategi_Bisnis (20 Oktober 2024) bahkan menyebut Soemitro sempat merencanakan kudeta, tapi akhirnya memilih mengasingkan diri. Ini menunjukkan sisi berani sekaligus bijaknya dalam menghindari konflik berdarah.

Baca Juga :  Peringatan HGN ke 65, DPC Persagi Bondowoso Edukasi Makanan Sehat dan Kesehatan

Di sisi lain, Soemitro juga punya sisi manusiawi yang hangat. Ia menikah dengan Dora Marie Sigar, seorang Kristen Minahasa, yang membuktikan toleransi antaragama di keluarganya. Mereka punya empat anak, termasuk Prabowo, yang dibesarkan dengan nilai-nilai multikultural. Soemitro juga dikenal humoris di kalangan kolega, meski tegas di rumah.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×