Sertifikat BPOM Makanan: Kunci Aman Konsumsi Pangan Olahan

Ricky R

July 21, 2025

6
Min Read
sertifikat BPOM makanan, keamanan pangan, izin edar BPOM, pangan olahan, BPOM Indonesia, produk aman, UMKM kuliner, cek BPOM, legalitas produk

Proses Mendapatkan Sertifikat BPOM Makanan

Mendapatkan sertifikat BPOM bukan perkara gampang, tapi juga nggak serumit yang dibayangkan. Prosesnya melibatkan beberapa langkah jelas. Apa aja? Simak di bawah ini:

  1. Pendaftaran Online: Pelaku usaha harus daftar di situs resmi BPOM, seperti registrasipangan.pom.go.id, dan unggah dokumen seperti data perusahaan dan spesifikasi produk.
  2. Pengujian Produk: Produk akan diuji di laboratorium untuk memastikan keamanan dan kualitasnya.
  3. Audit Fasilitas Produksi: BPOM bakal cek tempat produksi, apakah sesuai standar higienis atau nggak.
  4. Penerbitan Izin Edar: Kalau semua lolos, produk dapat nomor izin edar, seperti BPOM RI MD (untuk produk lokal) atau ML (untuk impor).

Proses ini biasanya memakan waktu beberapa bulan, tergantung kelengkapan dokumen dan jenis produk. Setelah dapat sertifikat BPOM makanan, izin ini berlaku selama lima tahun dan harus diperpanjang.

Baca Juga :  Kadar Air Adalah Faktor Penentu Kualitas Produk, Begini Penjelasannya

Tantangan Pelaku Usaha Kecil

Bagi UMKM, mendapatkan sertifikat BPOM makanan kadang jadi tantangan. Biaya pengujian dan audit bisa terasa berat, apalagi kalau produksi masih skala kecil. Selain itu, banyak pelaku usaha rumahan yang belum paham alur pendaftarannya.

Tapi, BPOM udah berusaha mempermudah, lho! Misalnya, ada program Pendampingan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) buat UMKM yang produksinya masih sederhana.

Meski begitu, data dari Kemenperin menunjukkan bahwa sejak 2020, jumlah UMKM yang mendaftar sertifikat BPOM makanan meningkat 15% per tahun. Ini artinya, kesadaran pelaku usaha buat bikin produk yang aman dan legal semakin tinggi.

Cara Cek Sertifikat BPOM Makanan

Baca Juga :  Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan: Hindari Bahaya di Dapur!

Sebagai konsumen, kamu juga punya peran buat pastiin produk yang dibeli aman. Caranya gampang banget, cukup cek label kemasan atau gunakan tools resmi BPOM. Berikut langkah-langkahnya:

  • Cek Label Kemasan: Pastikan ada nomor BPOM RI MD atau ML di kemasan, biasanya 12-15 digit.
  • Gunakan Website BPOM: Kunjungi cekbpom.pom.go.id, masukkan nomor registrasi, dan cek status produk.
  • Pakai Aplikasi BPOM: Download aplikasi BPOM Mobile atau Cek BPOM di Play Store atau App Store untuk cek langsung dari ponsel.

BPOM juga punya kampanye “Cek KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluarsa) buat edukasi konsumen. Jadi, nggak ada alasan lagi buat asal beli makanan kemasan, ya.

Tren dan Fakta Terbaru

Tren pangan olahan di Indonesia terus berkembang, terutama sejak pandemi. Berdasarkan data BPOM, permintaan sertifikat BPOM makanan melonjak 20% sepanjang 2024, terutama untuk produk seperti makanan ringan, minuman kemasan, dan suplemen kesehatan. Ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen soal keamanan pangan.

Baca Juga :  Observer Artinya Apa? Simak Definisi dan Contoh Nyatanya

Selain itu, media sosial juga punya peran besar. Banyak pelaku usaha yang promosiin produk mereka dengan bangga menampilkan sertifikat BPOM makanan di Instagram atau TikTok. Konsumen pun makin kritis, sering nanya, “Udah BPOM belum?” sebelum beli. Fenomena ini bikin pelaku usaha nggak bisa main-main soal legalitas.

Tips untuk Pelaku Usaha

Buat kamu yang punya bisnis makanan, sertifikat BPOM makanan adalah investasi, bukan beban. Berikut beberapa tips biar prosesnya lebih lancar:

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×