Refleksi Kepemimpinan PGRI Kabupaten Jember Tahun 2025.

Lukman Hakim

September 17, 2025

2
Min Read

Pelitaonline.co, JEMBER – 27 September 2025.
PGRI merupakan organisasi profesi guru terbesar dan tertua, walaupun dalam perjalanannya selalu diguncang dan diterpa gejolak politik baik dari dalam maupun dari luar. Namun selalu tak tergoyahkan, KLB 2023 di Surabaya yang dipimpin saudara Dr Teguh Sumarno, MM memberikan badai kecil dalam skala kecil yang mewarnai perjalanan ketangguhan PGRI dibawah kepemimpinan Prof. Dr Unifah Rosydi M. Pd. Badai itu berdampak pada perjalanan PGRI Kab. Jember. Yakni dengan dibekukan kepemimpinan saudara Drs. Supriono, SH. MM.

Meskipun PGRI dibawah kepemimpinan Drs. Supriono,SH.MM sudah dibekukan namun perlawanan tiada henti dan masih mengukuhkan dirinya tidak bersalah dengan berbagai macam dalih, dan sampai saat ini belum tau ceritanya. Yang akhirnya digantikan oleh Pengurus Antar Waktu (PAW).

Baca Juga :  Meriahnya Gerak Jalan Pelajar United Darling Kecamatan Ledokombo

Kepemimpinan PGRI Jember selama ini perlu melakukan refleksi diri karena PGRI sudah menjadi urat nadi bagi guru di Jember. Periode 2020-2025 yang pada masa itu dipimpin oleh pegawai struktural dan tidak sampai pada masa jabatannyanya berakhir sudah memasuki purna tugas tahun 2022. Terbersit PGRI Jember telah dipimpin bukan seorang guru aktif dan diperjalanan sudah purnah tugas. Bukan salah anggota yang telah mewakilkan pilihan pada pengurus, karena pemilihannya diwakili oleh para ketua Ranting dan pengurus Cabang.

Berangkat dari refleksi tentang kepemimpinan periode 2020-2025, maka Konferensi PGRI Kabupaten Jember tahun 2025 ini merupakan ajang menentukan kepemimpinan PGRI masa bakti 2025-2030. Oleh karena itu boleh kita tarik benang merah dengan pertanyaan sebagai berikut :
1. Adakah kandidat pengurus yang mencalonkan dirinya juga akan memasuki purna tugas sebelum kepengurusan berakhir ?
2. Bagaimana profil dan kontribusi kandidat pada PGRI yang awalnya bersikap NETRAL dan mendekati KONKAB menyatakan tegak lurus ?
3. Bagaimana kompetensi kandidat tentang berorganisasi seperti pemahaman AD/ART, peraturan organisasi dan managerial organisasi PGRI ?
4. Seberapa besar kandidat mempunyai kontribusi pada dunia pendidikan ?
5. Perlu adanya tes fit and proper test untuk evaluasi komprehensif untuk menilai apakah seseorang memiliki kapabilitas, integritas, dan kualifikasi yang memadai untuk mengisi jabatan penting di kepengurusan PGRI Jember.

Baca Juga :  Mantan Aktivis GTT PTT dan P3K Paruh Waktu Pendidikan Kecewa Sikap PGRI Jember Boikot Perjuangan P3K PW

Refleksi perjalanan PGRI sangat penting sebagai bahan pemikiran dan pemahaman tentang keresahan dan kegelisan tentang kepemimpinan PGRI di masa datang. Doa dan harapan semoga PGRI bukan sebagai ajang pencarian jalan untuk menduduki jabatan dan mencari kehidupan di PGRI. (Elhakim)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×