Redundant Adalah Kesalahan Grammar yang Sering Diabaikan, Ini Penjelasannya!

Ricky R

November 7, 2025

5
Min Read
redundant adalah apa

Strategi Jitu untuk Menghindari Redundant

Untuk memastikan tulisan Anda bebas dari kata-kata berlebihan yang redundant, diperlukan ketelitian dan praktik menulis yang konsisten.

  1. Gunakan Prinsip Ekonomi Bahasa (Principle of Economy): Selalu bertanya, “Apakah saya bisa menyampaikan ide ini dengan lebih sedikit kata?” Jika sebuah frasa bisa disederhanakan tanpa mengubah artinya, maka kata yang redundant harus dihilangkan. Prinsip ini sangat esensial karena redundant adalah pemborosan kata.
  2. Identifikasi Makna yang Tersirat: Sebelum menambahkan kata sifat atau keterangan, pastikan maknanya belum tersirat dalam kata benda atau kata kerja utama. Misalnya, innovation (inovasi) secara definitif adalah ide baru. Oleh karena itu, frasa “new innovation” adalah redundant.
  3. Lakukan Parafrasa dan Self-Editing: Coba parafrase kalimat Anda. Jika setelah menghilangkan satu kata yang dicurigai redundant, makna kalimat tidak berubah, maka kata tersebut mubazir dan harus dibuang. Proses koreksi mandiri ini sangat penting untuk menghasilkan tulisan yang padat dan profesional.
Baca Juga :  Sinonim Maka dalam Bahasa Indonesia: Pengertian dan Contoh

Menghindari penggunaan kata yang redundant bukan hanya soal menghindari kesalahan grammar. Ini adalah tentang mengasah kemampuan Anda dalam berkomunikasi secara jelas, efisien, dan berdampak. Mari tingkatkan kualitas tulisan dengan menyingkirkan semua yang tidak perlu. Dengan begitu, pesan Anda akan tersampaikan dengan lebih kuat tanpa ada bagian yang berlebihan atau kelewahan. Redundant merupakan hal yang mudah dihindari setelah Anda memahami prinsip dasarnya. Kesimpulannya, mengurangi redundant adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat tulisan Anda lebih kuat dan berwibawa.

123
Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×