Redundant Adalah Kesalahan Grammar yang Sering Diabaikan, Ini Penjelasannya!

Ricky R

November 7, 2025

5
Min Read
redundant adalah apa

ENSIKLOPEDIA – Jakarta 7 November 2025. Secara harfiah, redundant adalah berlebihan, mubazir, atau kelewahan. Kata ini merujuk pada pemakaian kata, frasa, atau bahkan klausa yang menyampaikan informasi yang sama dua kali atau lebih. Dengan kata lain, jika Anda menghapus salah satu kata tersebut, makna keseluruhan kalimat tidak akan berubah. Kesalahan bahasa ini dikenal juga dengan istilah pleonasme atau tautologi. Konsep redundancy juga ditemukan dalam bidang lain, seperti teknologi informasi (TI), di mana redundancy data merujuk pada duplikasi data yang tidak perlu, yang menyebabkan pemborosan ruang penyimpanan. Kita harus ingat bahwa redundant adalah masalah efisiensi bahasa.

Sebuah penelitian dari Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa meskipun redundancy dapat membantu anak-anak dalam pemerolehan bahasa, hal ini justru menghambat pembelajaran grammar bagi pembelajar bahasa kedua (L2) dewasa. Ini karena otak dewasa cenderung melihat informasi redundant sebagai beban pemrosesan yang tidak perlu, yang lantas mengurangi akurasi dan efisiensi komunikasi. Memastikan setiap kata memiliki fungsi yang jelas adalah kunci. Penting untuk diketahui bahwa redundant adalah praktik yang sebaiknya dihindari dalam komunikasi formal.

Baca Juga :  Kata Imperatif Adalah Kunci Komunikasi Efektif, Yuk Pelajari!

Mengapa Redundant Adalah Masalah Krusial dalam Penulisan?

Anda mungkin bertanya, “Kenapa harus repot-repot menghindari frasa redundant?” Jawabannya terletak pada kejelasan, efisiensi, dan profesionalisme komunikasi.

1. Mengurangi Kejelasan dan Kepadatan Tulisan

Penggunaan bahasa yang redundant membuat tulisan Anda menjadi bertele-tele dan kurang padat. Ketika sebuah kalimat memuat kata-kata superfluous atau ekstra, pembaca perlu bekerja lebih keras untuk menemukan inti pesan yang ingin disampaikan. Sebuah studi analisis kesalahan pada karangan narasi siswa sekolah dasar menunjukkan bahwa kesalahan redundancy akibat pengulangan subjek memiliki intensitas yang sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa kecenderungan untuk berlebihan dalam menulis merupakan kesalahan natural yang harus disadari dan diperbaiki. Pada dasarnya, redundant adalah musuh dari ringkasan yang padat.

Baca Juga :  Apa Itu Pasca? Memahami Makna dan Penggunaannya dalam Berbagai Konteks

2. Kesalahan yang Sering Diujikan dan Menurunkan Kualitas

Meskipun sering diabaikan dalam percakapan sehari-hari, kesalahan redundant atau pleonastik seringkali menjadi bagian dari tes bahasa atau ujian kompetitif. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan bagian yang redundant menunjukkan penguasaan bahasa yang lebih tinggi dan ketelitian. Menghilangkan unsur berlebihan membuat kalimat lebih akurat. Dalam dunia profesional, sebuah laporan yang dipenuhi frasa redundant akan dianggap kurang fokus dan tidak efektif dalam menyampaikan informasi. Jadi, redundant adalah indikasi kurangnya penguasaan diksi yang tepat.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×