JEMBER, Pelitaonline.co – Bagi Warga yang hendak berobat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sabrang Kecamatan Ambulu , harus bersabar, karena area Jalan masih rusak dan belum diperbarui.
Meskipun, daerah ini masuk dalam Proyek Multiyears Senilai Rp17, 6 Miliyar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021-2022. Namun Jalan tak segera diperbaiki.
Terlihat, Proyek yang sedang dilaksanakan oleh PT. Kontruksi Indonesia Mandiri baru tersebut, melakukan pengaspalan dari Lampu Lalu Lintas Ambulu, hingga Mima Sunan Ampel Desa Sabrang saja.
Sementara terpantau dari Mima Sunan Ampel hingga sebelah Barat Puskesmas Sabrang, justru belum juga diaspal lebih dari dua minggu padahal kerusakannya paling parah.
Justru, para karyawan Kontraktor ini, pindah tempat dengan melakukan pengerukan, untuk pelebaran jalan raya Payangan mulai dari Simpang Lima Dusun Babakan Nongko Desa Sabrang hingga Pasar Desa Sumberejo.
“Gimana tho ini, kok dilompat-lompat pengerjaanya, nggak segera diaspal, padahal kondisi jalannya di depan Puskesmas paling rusak,” kata Slamet salah seorang Warga yang sedang berada di warung kopi sebelah Timur Puskesmas Sabrang, Senin (28/3/2022)
Menurut Slamet, seharusnya jalan menuju pelayanan kesehatan di dahulukan atau segera di perbaiki dan diaspal. Di samping karena Fasilitas Umum (Fasum), kerusakan pun sangat parah agar masyarakat tidak kerepotan.
“Jalan itu sering dilewati oleh Pasien yang akan Puskesmas, Seperti orang mau melahirkan, orang kecelakaan, atau orang sakit parah dalam kondisi darurat,” terang Warga Dusun Babakan Nongko Desa Sabrang.
Sementara itu, Petugas lapangan dari Bagian Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Jember enggan diwawancarai. Bahkan tidak mau menyebutkan namanya.
“Tanya ke bagian pengawas atau konsultan saja mas, saya disini hanya kontrol saja, kalau saya ngomong nanti takut salah mas,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember Siswanto akan melihat lagi, mekanisme pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana. Sebab belum ada laporan dari petugas di lapangan.
“Karena teknisnya belum menerima lapornya setiap harinya, nanti tak tanya dulu ya, nanti saya hubungi sampean ya, biar nggak salah,” jelasnya
Namun, Agus Pemilik PT. Kontruksi Indonesia Mandiri saat dikonfirmasi lewat telepon seluler, tidak menjawab. Bahkan ketika di kirimi pesan lewat sambungan WhatsApp juga tidak membalas, padahal centang biru dua. Justru, setelah itu Foto Profil, media sosialnya langsung menghilang, seperti diblokir.
Diketahui, nama paket proyek tersebut, berupa Peningkatan Jalan Pomo, Sabrang dan Sumberejo. Dan pengerjaan dimulai dari 6 Januari 2022 dan berakhir pada 4 Juli 2022. (Awi/Yud)








