ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 1 Juli 2025. Siapa yang tak kenal Muhaimin Iskandar? Pria yang akrab disapa Cak Imin ini jadi salah satu figur politik paling menonjol di Indonesia. Dengan gaya santai namun penuh visi, ia berhasil mencuri perhatian publik. Dari pesantren hingga kursi menteri, profil Muhaimin Iskandar mencerminkan perjalanan panjang seorang politisi yang tak pernah lelah memperjuangkan aspirasi rakyat. Yuk, kita ulas perjalanan hidupnya!
Awal Kehidupan dan Pendidikan: Akar Pesantren yang Kuat
Muhaimin Iskandar lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 September 1966. Ia besar di lingkungan pesantren, tepatnya di Pesantren Tebuireng, yang didirikan oleh Hasyim Asy’ari, kakeknya. Lingkungan ini membentuk profil Muhaimin Iskandar sebagai pribadi yang religius dan dekat dengan nilai-nilai keislaman. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jombang sebelum melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Di UGM, ia mengambil jurusan Ilmu Sosial dan Politik, yang menjadi fondasi karir politiknya.
Selain itu, Muhaimin juga melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia. Pendidikan tinggi ini memperkaya wawasannya tentang kebijakan publik. Menariknya, meski sibuk dengan politik, ia tetap menjaga akar pesantrennya. Hal ini terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan.
Memulai Karir Politik: Dari Aktivis ke Parlemen
Profil Muhaimin Iskandar tak lengkap tanpa membahas kiprahnya sebagai aktivis. Di era 1990-an, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi yang mengasah jiwa kepemimpinannya. Dari sini, ia mulai dikenal sebagai sosok yang vokal menyuarakan isu sosial. Pada 1999, ia melangkah ke dunia politik praktis dengan bergabung bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).








