ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 25 Juli 2025. Pancasila bukan sekadar dasar negara, tapi juga panduan hidup berpolitik. Dalam dunia politik yang penuh dinamika, implementasi Pancasila dalam bidang politik menjadi kunci untuk menciptakan demokrasi yang bermartabat. Bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan di tengah hiruk-pikuk Pemilu 2024 dan isu politik terkini? Artikel ini mengupasnya dengan gaya santai, tapi tetap informatif.
Mengapa Implementasi Pancasila dalam Politik Penting?
Pancasila, dengan lima silanya, menawarkan kerangka berpolitik yang humanis dan adil. Di era modern, ketika polarisasi politik semakin tajam, implementasi Pancasila dalam bidang politik membantu menjaga harmoni. Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan, pada Pemilu 2024, tingkat partisipasi pemilih mencapai 81%, tertinggi sejak 1999.
Ini menandakan antusiasme masyarakat, tapi juga tantangan untuk memastikan politik tetap beretika. Pancasila mengajarkan bahwa politik harus berlandaskan ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
Namun, tantangannya tidak kecil. Hoaks, ujaran kebencian, dan politik identitas masih marak. Menurut laporan We Are Social 2025, 68% pengguna media sosial di Indonesia terpapar hoaks politik. Di sinilah Pancasila berperan sebagai filter moral. Dengan implementasi Pancasila dalam bidang politik, politisi dan masyarakat diajak untuk mengedepankan musyawarah dan menghormati perbedaan.








