Tapi, Jonan juga punya sisi kontroversial. Kebijakannya soal Freeport sempat bikin panas hubungan dengan investor asing. Meski akhirnya Indonesia berhasil ambil alih mayoritas saham Freeport, banyak yang bilang pendekatan Jonan terlalu agresif. Tapi, buat sebagian orang, justru itu yang bikin dia legendaris.
Tantangan dan Warisan Mantan Menteri ESDM
Jadi menteri ESDM itu kayak jalan di atas tali. Satu sisi, harus pastiin energi cukup buat rakyat. Sisi lain, harus jaga lingkungan dan ga boleh asal kasih izin tambang. Mantan menteri ESDM kayak Jonan, Arifin, atau Darwin punya tantangan beda-beda, tapi intinya sama: bikin Indonesia mandiri energi tanpa ninggalin masalah buat generasi berikutnya.
Di 2025, isu energi masih panas. Kementerian ESDM sekarang targetin produksi minyak 1 juta barel per hari di 2030, sambil dorong BBM biodiesel B50 mulai 2026. Ini warisan yang ditinggalin para mantan menteri ESDM, tapi juga tantangan buat menteri sekarang. Apalagi, dengan isu perubahan iklim, tekanan buat beralih ke energi hijau makin kenceng.
Apa Kata Netizen di 2025?
Di X, topik soal mantan menteri ESDM masih ramai. Banyak yang ngomongin kebijakan Bahlil soal tambang, dengan beberapa netizen nyebut dia “terlalu berani” atau malah “main aman” buat kepentingan tertentu. Sementara itu, kematian Darwin Zahedy Saleh juga bikin banyak orang nostalgia sama era kebijakan energi di masa SBY. Ada yang bilang, “Zaman Darwin, infrastruktur energi mulai dibenerin, tapi kenapa sekarang masih berantakan?”
Yang jelas, mantan menteri ESDM selalu punya tempat di hati publik, entah karena prestasi atau kontroversi. Mereka adalah bagian dari cerita besar Indonesia dalam ngelola sumber daya alam. Dari Jonan yang reformis, Arifin yang visioner, sampai Darwin yang akademis, mereka ninggalin jejak yang masih dibahas sampai sekarang.








