Pelitaonline.co, JEMBER – 08 Juni 2026.
Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Sejak tahun 2023, infrastruktur vital berupa DAM Klanceng di Daerah Irigasi (DI) Arjasa mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum menyentuh perhatian pembangunan dari pemerintah daerah Kabupaten Jember.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar dikalangan petani setempat yang kian hari kian kesulitan mendapatkan pasokan air yang layak untuk lahan pertanian mereka.

Akibat kerusakan DAM Klanceng berdampak langsung pada penurunan debit air secara drastis. Akibatnya, kurang lebih 110 hektar lahan persawahan kini mengalami krisis air.
Berdasarkan data di lapangan, ada tiga kelompok tani besar di wilayah Arjasa yang nasibnya bergantung pada aliran DAM ini yaitu:
1. Kelompok Tani Makmur Arjasa
2. Kelompok Tani Barokah
3. Kelompok Tani Hisbul Waton

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Arjasa, Sutikno, angkat bicara mengenai jeritan para petani yang dipimpinnya. Ia mempertanyakan bagaimana produktivitas bisa digenjot jika sarana paling mendasar saja diabaikan.
“Petani sangat membutuhkan air, tetapi DAM Klanceng sendiri mengalami kerusakan berat. Bagaimana kita bisa meningkatkan produksi pertanian kalau infrastruktur pengairan kita rusak total dan dibiarkan begini sejak 2023?” keluh Sutikno.
Dukung Visi Gus Fawait dan Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo
Di tengah keterbatasan ini, masyarakat dan petani Desa Arjasa menaruh harapan besar pada komitmen Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) yang gencar menyuarakan keberpihakan pada sektor pertanian dan infrastruktur pedesaan.
Bupati Jember Gus Fawait saat acara Pro Guse Update di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) menyampaikan komitmennya meningkatkan produksi pangan di Jember melalui program optimalisasi lahan (oplah), program irigasi perpompaan (Irpom) dan perbaikan saluran irigasi, program modernisasi alat pertanian (alsintan).
Para petani menyatakan dukungan penuh terhadap program kerja Gus Fawait untuk membawa Jember menjadi lumbung pangan nasional. Visi ini dinilai sangat selaras dengan program ketahanan pangan nasional yang diusung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Namun, para petani mengingatkan bahwa visi besar tersebut mustahil tercapai tanpa adanya aksi nyata perbaikan infrastruktur irigasi pertanian, salah satunya lewat perbaikan DAM Klanceng yang saat ini tidak berfungsi normal.
Sinergi Pemkab Jember dan Pemerintah Pusat
Sutikno menambahkan bahwa sebagai salah satu penopang utama ekonomi desa, sektor pertanian di Arjasa harus mendapat dukungan konkret, baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember maupun pemerintah pusat.
Infrastruktur irigasi yang sehat adalah harga mati bagi kesejahteraan petani. Masyarakat Desa Arjasa kini mengetuk hati para pemangku kebijakan agar anggaran perbaikan segera dialokasikan, sehingga 110 hektar sawah yang telantar bisa kembali subur dan menyokong ketahanan pangan daerah, harap Sutikno. (LHK)








