GP Ansor Dharmasraya Sharing Informasi Bersama Densus 88, Ada Apa?

Ricky R

April 24, 2022

2
Min Read
GP Ansor Dharmasraya sharing Informasi bersama Densus 88 (foto: Bagus)

DHARMASRAYA, Pelitaonline.co – Ditengah merebaknya pemberitaan media massa  terduga jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di Dharmasraya Sumatera Barat. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) setempat, mengadakan Sharing Informasi bersama Densus 88  Polri di kedai Kasikopi Gunung Medan. kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat Jumat malam (22/4/2022)

Sharing Info ini dihadiri oleh Pemateri dari Densus 88 Polri serta ketua GP Ansor demisioner, Muhammad Hasyim (2004-2009), Mutahar (2010-2014), dan Khalik (2015-2019) serta Kader Ansor Banser se-Dharmasraya

Age Kurniawan Ketua GP Ansor Dharmasraya menjabarkan, dalam sharing Info  tersebut  diberikan materi edukasi seputar paham radikalisme dan sikap intoleran yang dibawa oleh kelompok NII, “Terima kasih Densus 88 telah bersedia memberi pemahaman kepada kader-kader yang tergabung dalam Ansor dan Banser Dharmasraya,” ucapnya.

Baca Juga :  Siaran Live Sholat Tarawih Masjidil Haram Makkah, Ramadhan 1446 H/2025

“Apabila menemukan ciri-ciri paham dari kelompok tersebut ada di Dharmasraya, kami akan segera menindaklanjuti ke Densus 88,” lanjut Age.

Menurut Age, komunikasi intens dan koordinasi solid GP Ansor dengan Densus 88 akan menjadi kunci sukses dalam mencegah penyebaran paham Radikal  yang dibawa oleh terduga kelompok NII.

Age berpendapat dalam usia yang sudah 88 tahun, GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan merupakan  tonggak penjaga keutuhan Republik Indonesia menangkal paham Radikal yang ingin mengubah Negara Republik Indonesia

Ditegaskan Age, “Seluruh Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor di seluruh kecamatan yang ada di Dharmasraya untuk menjaga basisnya agar tidak terkontaminasi dari paham radikal dan intoleran.”

Baca Juga :  DPRD : Pemkab Jember Wajib Bayar Hutang Proyek Wastafel

“dari informasi yang kita analisis secara internal, dari sinkronisasi data dengan Data Densus 88, alhamdulillah basis nahdiyin tidak ada satu pun yang terlibat dalam jaringan Negara Islam Indonesia maupun paham Radikal dan intoleran lainnya.” Jelas Age

Sementara itu, Ketua GP Ansor periode 2010 s/d 2014 Mutahar , mengajak seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder untuk menyelesaikan persoalan NII di Dharmasraya ini.

“Langkah yang kita ambil tentu menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dalam melakukan tindakan, sebab ini merupakan persoalan kita bersama.” Ujar Tohar

Dibeberkan Mutahar, dan langkah yang kita ambil pun tak lepas dari memberikan edukasi terhadap orang-orang yang terpapar d paham radikal dan intoleran ini dengan mengedepankan Pendekatan  sikap humanis  dengan harapan  mereka sadar dan mau kembali dalam pangkuan ibu Pertiwi” tutup Mutahar (Gus/Yud)

Baca Juga :  Gus Yaqut Ditetapkan Tersangka, Sekretaris IKA PMII Jember: Supremasi Hukum yang Utama
Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×