FGD Let’s Keep Jember Clean WCDI Jember Di Alun-alun Ambulu Kupas Permasalahan Sampah

Lukman Hakim

September 21, 2025

4
Min Read

Pelitaonline.co, JEMBER – 21 September 2025.
Peringatan World Cleanup Day Indonesia (WCDI) setiap tanggal 20 September adalah sebuah aksi bersih-bersih sampah serentak di Indonesia yang merupakan bagian dari gerakan global World Cleanup Day sedunia dengan tujuan memerangi krisis sampah dunia yang diinisiasi oleh komunitas peduli lingkungan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan, mengelola sampah, serta mengatasi masalah sampah plastik dan limbah.

Peringatan WCDI tahun 2025 di Jember dipusatkan di Alun-alun kecamatan Ambulu diawali giat Focus Group Discussion “Lets Keep Jember Clean” menghadirkan narasumber Hanifah,SPt.MSi : Plt Camat Ambulu, Drs.Suprihandoko,MM kepala dinas DLH Jember dan Fenny Purwaningsih anggota komisi C DPRD Jember dengan moderator Harry Bagoes, 20/09/2025.

Ketua WCDI Jember Parmuji dalam sambutannya menyampaikan peringatan WCDI di Jawa Timur diperingati beberapa kabupaten diantaranya Pamekasan, Malang, Surabaya, Sumenep, Jember, Bondowoso. Kabupaten lainnya belum siap komunitasnya.

Parmuji menambahkan bahwa semua generasi muda yang hadir ini semuanya adalah calon pemimpin. Kalau sudah jadi pemimpin jangan lupa peduli lingkungan karena kita hidup dibumi ini tidak hanya manusia, kalau kita aniaya terhadap makhluk lain jangan hidup dibumi,ungkap Parmuji.

Baca Juga :  FWLM Tegaskan Pelaku Pemerasan Bukan Wartawan

Drs.Suprihandoko,MM kepala dinas DLH pada sesi diskusi menyampaikan peringatan WCDI yang diikuti 14 lembaga sekolah, 4677 siswa dan guru, dan 55 komunitas peduli lingkungan dengan jumlah total peserta 5570 orang. Jika semuanya bergerak dengan konsep kebersihan sebagian dari iman maka puncak acara aksi bersih-bersih pada hari Minggu maka jumlah pesertanya akan bertambah dengan sukarela.

Lebih lanjut Suprihandoko menyampaikan komitmen Jember bebas sampah harus menjadi komitmen bersama DPRD, Eksekutif dan masyarakat Jember. Ada yang perlu disampaikan terkait usulan instruksi Bupati diantaranya : 2026 pastikan satu desa satu bank sampah. Selanjutnya instruksi bupati satu desa dibangun hanggar TPS 3R sehingga ditiap desa ada proses pengelolaan sampah Reduse, Reuse, Recycle (3R) sehingga yang dikirim ke TPA hanya residunya saja. Harapannya tahun 2026 masing-masing desa ada TPS3R melalui anggaran APBD yang didorong oleh DPRD melekat anggaran untuk kebersihan. Selain itu melalui dinas pendidikan gerakan peduli lingkungan disekolah perlu digalakkan melalui gerakan sekolah Adiwiyata sehingga sampah betul-betul menjadi berkah, ungkap Suprihandoko.

Suprihandoko menambahkan untuk kebersihan menurut SK KemenLHK No.1418 tahun 2025, anggaran pemerintah daerah minimal 3% dari total APBD untuk bisa mengcover kebersihan tidak hanya dikota saja. Selama ini kebersihan terbatas dikota karena kempuan anggaran yang terbatas. Tenaga kebersihan DLH terbatas hanya ada 320 orang. Jadi tidak bisa dikalkulasi berapa kebutuhan di 31 kecamatan. Untuk itu mari kita bersama-sama melakukan edukasi agar sampah tidak dibuang sembarangan, jelas Suprihandoko.

Baca Juga :  TikTok Ancaman Bagi Meta: Saatnya Kamu Tahu Fakta Sebenarnya

Hanifah,SPt.MSi Plt camat Ambulu pada sesi diskusi pada bulan hujan sering terjadi banjir karena dimana-mana sampah ada diselokan. Ketika membangun rumah, selokannya tidak didukung dengan saluran pembuangan yang baik bahkan sempit tidak dirawat sehingga pada waktu hujan sampahnya penuh dan terjadilah banjir, terang Hanifah.

Hanifah menambahkan bahwa musibah yang terjadi pada diri kita bisa juga akibat perbuatan kita. Anak sering sakit terkadang mengeluh dosaku apa, padahal yang kita lakukan sering membuang pampes sembarangan. Jadi pesan saya mari kita kelola sampah dengan baik agar sampah yang ada dilingkungan kita tidak membuat bencana, jelas Hanifah.

Sementara itu Fenny Purwaningsih anggota komisi C DPRD Jember menyampaikan kegiatan WCDI ini sangat positif dan nantinya digetuktularkan kepada masyarakat luas tentang pentingnya kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan. Komunitas peduli lingkungan sebanyak 55 komunitas yang hebat-habat yang hadir tentunya sangat diharapkan untuk mendukung Jember bersih meraih penghargaan ADIPURA. Perubahan ini bisa terwujud bila banyak orang mengambil peran-peran kecil kepeduliannya terhadap sampah, terang Fenny Purwaningsih.

Baca Juga :  KSR Jember Bawa Pulang 4 Tropi Temu Karya PMI Se - Jatim

Sebagai perwakilan komisi C yang bermitra dengan dinas lingkungan hidup sudah mengesahkan PERDA No.02 Tahun 2023 tentang pengelolaan sampah. Dalam Perda dijelaskan bahwa sampah ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Tanamkan dalam diri kita “Sampahmu Tanggungjawabmu” karena setiap yang kita lakukan pasti dimintai pertanggungjawaban.

Sampah harus dikelola dengan baik. Permasalahan sampah harus bisa selesai ditingkat RT RW melalui bank sampah diantaranya. Dari 248 desa/kelurahan ditopang pula anggota DPRD tiap dapil sejumlah 7 dapil dan anggaran APBD ada pilot project percontohan pengelolaan sampah tiap desa. Sehingga tahun 2029 gerakan tata kelola sampah tiap desa bisa terlaksana, pungkas Fenny.

Setelah acara diskusi ditutup dengan pemberiaan piagam penghargaan kepada lembaga sekolah peraih Adiwiyata, aktivis peduli lingkungan dan media yang peduli lingkungan. Ditutup dengan foto bersama. (Lukman Hakim)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×