Pelitaonline.co, JEMBER – 11 Januari 2026.
Pada hari Sabtu,10 Januari 2026 bertempat di Aula PB Sudirman Pemkab Jember , Bupati Jember Gus Moh Fawaid menyerahkan surat Keputusan Bupati tentang tugas tambahan tenaga fungsional kesehatan sebagai kepala puskesmas di 50 Puskesmas se Kabupaten Jember
Penunjukkan tugas tambahan tenaga fungsional kesehatan sebagai kepala Puskesmas sangat menarik karena ini merupakan gebrakan baru, era baru dalam sejarah Jember hanya di Pemerintahan Gus Bupati Fawaid menunjuk lima Puskesmas dari 50 Puskesmas dipimpin oleh tenaga fungsional kesehatan selain dokter tetapi dari Sarjana Keperawatan dan Kebidanan diantaranya :
1. Untung Pujianto, S.Kep.Ners : Puskesmas Kencong
2. Takril Budi Ratno, Amd.Kep : Puskesmas Cakru
3. Andi Sukismanto, S.Kep.Ners : Puskesmas Wuluhan
4. Sobirin, S.Kep. Ners : Puskesmas Silo 2
5. Makus Rofida, S.Tr.Keb : Puskesmas Jelbuk
Hal ini sesuai dengan regulasi Permenkes No 19 tahun 2024 Tentang PUSKESMAS Pasal 51 ayat 2 bahwa Kepala Puskesmas adalah tenaga fungsional kesehatan yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas artinya semua tenaga fungsional kesehatan bisa diberi tugas tambahan sebagai pimpinan di puskesmas.

Tenaga kesehatan yang dimaksud PERMENKES Nomor 19 Pasal 51 Ayat 2 antara lain : dokter, dokter spesialis, dokter gigi, Bidan, Perawat, Apoteker, Tenaga kesehatan masyarakat (epedemiolog, sanitarian, dan ahli kesehatan lingkungan), tenaga kesehatan lain seperti fisioterapis, okupasi terapis dan ahli gizi. Tenaga kesehatan ini memiliki peran penting dalam kesehatan masyarakat dan bertanggungjawab memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan efektif kepada masyarakat
Dikutip dari media www.pandhalungan.com Bupati Jember Gus Fawait menjelaskan bahwa penunjukan kepala puskesmas dilakukan secara objektif dan terukur, tanpa pendekatan subjektivitas. Ia menilai kinerja puskesmas dari berbagai indikator, mulai dari kualitas pelayanan, kondisi fasilitas kesehatan, hingga optimalisasi pendapatan melalui kapitasi BPJS Kesehatan.
Gus Fawait juga menjelaskan kepala puskesmas ke depan diproyeksikan sebagai calon pemimpin rumah sakit di masa mendatang. Menurutnya, puskesmas harus menjadi laboratorium kepemimpinan kesehatan yang melahirkan figur-figur berpengalaman dan berintegritas. “Saya ingin membangun budaya baru di Jember. Calon direktur rumah sakit adalah mereka yang berhasil memajukan puskesmas. Regenerasi harus berjalan, pilihan pemimpin harus banyak, pungkas Gus Fawait. (LHK)








