Dirjen Hortikutura Gelontorkan Pilot Project Cabai di Jember Untuk Dua Gapoktan

Lukman Hakim

August 20, 2026

2
Min Read

Pelitaonline.co, JEMBER – 20 Agustus 2026.
Kabupaten Jember kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu basis hortikultura di Jawa Timur, khususnya untuk komoditas cabai besar dan cabai kecil yang terkonsentrasi di wilayah Ambulu, Tempurejo, dan Mumbulsari. Guna memacu produktivitas sektor tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian memberikan dukungan program pilot project pengembangan kawasan cabai di Jember.

Dua Gapoktan Menerima Pilot project pengembangan kawasan tanaman cabe

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Agung Satrio Setiawan, S.P., M.P., menyampaikan dalam program ini, Gapoktan Warga Tani dan Gapoktan Tani Jaya di desa Lengkong dan Tempurejo akan menerima bantuan sarana produksi (saprodi) dialokasikan untuk lahan cabai besar dan cabai kecil masing-masing seluas 5 hektar.

Baca Juga :  Tren Fashion Ramadan 2025: Gaya Minimalis Modern yang Memikat Hati

Agung Satrio Setiawan menyatakan bahwa penerima program telah melewati proses seleksi ketat. Berdasarkan hasil uji verifikasi faktual di lapangan, terdapat dua gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang dinyatakan lolos dan memenuhi kriteria, yakni Gapoktan Warga Tani (Desa Lengkong) dan Gapoktan Tani Jaya (Desa Tempurejo).

Program penumbuhan kawasan ini dirancang untuk mengatasi persoalan fluktuasi pasokan cabai yang sering menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Agung Satrio menambahkan fokus program dan harapan Dinas TPHP Jember dengan adanya pilot project pengembangan kawasan tanaman cabe adalah untuk meningkatkan produktivitas & profit yaitu mendorong hasil panen cabai besar dan kecil agar optimal sehingga berdampak langsung pada pendapatan petani.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-52, PPNI Tebar Kebaikan Melalui Aksi Berbagi 5.000 Paket Takjil dan Memperkokoh Semangat Pengabdian Tanpa Batas

Adanya pilot project ini diharapkan ada transfer pengetahuan via sekolah lapang sehingga petani tidak hanya menerima saprodi, tetapi juga dibekali edukasi budidaya cabai yang baik dan benar (Good Agricultural Practices) melalui sekolah lapang. Pola ini diharapkan dapat direplikasi oleh kelompok tani lain di sekitarnya.

Agung menegaskan bahwa potensi sektor hortikultura di Kabupaten Jember sangat besar dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Dinas TPHP mendorong komoditas hortikultura Jember agar mampu bersaing dan menjadi produk kebanggaan daerah.

Melalui sinergi dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat, sektor hortikultura Jember diyakini mampu melahirkan produk unggulan yang dikenal luas di tingkat nasional, pungkas Agung Satrio.

Baca Juga :  Outbond Of Building Teamwork dan Reformasi KKG Gugus 7 Antirogo Sumbersari.

Peliput : Lukman Hakim

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×